UMBUMB

Jurnal Abdi Masyarakat (JAM)Jurnal Abdi Masyarakat (JAM)

Pengelolaan sampah organik telah menjadi topik penting dalam berbagai studi lingkungan karena berkaitan langsung dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan. Sampah organik, yang terdiri dari sisa-sisa makanan, daun-daun, dan material organik lainnya, jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) yang berasal dari dekomposisi anaerob di tempat pembuangan akhir (TPA). Oleh karena itu, pengolahan sampah organik melalui metode seperti komposting dan pembuatan eco-enzyme merupakan langkah signifikan dalam mengurangi emisi dan beban lingkungan dari sampah organik. Kompos merupakan hasil dari proses dekomposisi materi organik oleh mikroorganisme, seperti bakteri, fungi, dan actinomyces, di bawah kondisi terkendali. Proses ini dikenal sebagai komposting, yang pada dasarnya merupakan bentuk dekomposisi aerob, di mana oksigen memainkan peran penting dalam keberlangsungan metabolisme mikroorganisme yang bertanggung jawab untuk menguraikan materi organik menjadi humus atau kompos. Selain itu, eco-enzyme adalah solusi yang diproduksi dari fermentasi sampah organik, terutama kulit buah dan sayuran, dalam campuran air dan gula merah selama periode waktu tertentu. Kedua produk ini membantu mengurangi penggunaan bahan kimia beracun dan meningkatkan kesuburan tanah.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Desa Bojong Nangka telah membantu meningkatkan literasi, keterampilan praktis, dan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan sampah organik, terutama sampah rumah tangga menjadi kompos dan eco-enzyme.Selain mengurangi volume sampah yang berpotensi masuk ke tempat pembuangan akhir, produk utama dari kegiatan pengelolaan sampah ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai produk ramah lingkungan yang harganya lebih terjangkau daripada produk serupa.Oleh karena itu, program ini termasuk dalam tujuan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di bawah Program Desa Iklim.Implementasi program ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar dan aktif berpartisipasi dalam memanfaatkan sampah rumah tangga mereka.

Berdasarkan latar belakang penelitian mengenai pengelolaan sampah organik di Desa Bojong Nangka, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis ekonomi dari program pengelolaan sampah organik ini, termasuk biaya produksi kompos dan eco-enzyme, serta potensi pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk tersebut. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan finansial program dalam jangka panjang. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi dampak penggunaan kompos dan eco-enzyme terhadap kualitas tanah dan hasil pertanian di Desa Bojong Nangka. Pengukuran parameter tanah seperti pH, kandungan nutrisi, dan aktivitas mikroba dapat memberikan data kuantitatif mengenai manfaat penggunaan produk organik ini. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah organik, seperti tingkat kesadaran, motivasi, dan akses terhadap sumber daya. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang strategi komunikasi dan edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Read online
File size616.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test