PRISMAPRISMA

PRISMA FOODTECHPRISMA FOODTECH

Saus tomat dan kecap isi ulang adalah bahan makanan yang sering digunakan setiap hari, baik di rumah tangga maupun di tempat umum seperti kantin, restoran, dan lain sebagainya. Akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari, perhatian terhadap kebersihan saus tomat dan kecap tersebut terkadang terabaikan. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor menurunnya tingkat kesehatan masyarakat apabila mengonsumsi saus tomat dan kecap yang telah tercemar oleh berbagai jenis mikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan mikroba yang terdapat pada saus tomat dan kecap isi ulang di kantin X di Sulawesi Utara tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis bersifat deskriptif sederhana yaitu melakukan analisis laboratorium untuk mengetahui adanya mikroba serta jenisnya pada saus tomat dan kecap isi ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sampel yang diambil pada kantin X yang menggunakan saus tomat dan kecap isi ulang positif tercemar mikroba yaitu E.coli, salmonella, dan kapang. Berdasarkan penelitian tersebut diharapkan agar pengelola kantin lebih memperhatikan penyajian saus tomat dan kecap isi ulang. Botol saus tomat dan kecap sebaiknya ditempatkan di tempat yang bersih dan tertutup rapat, serta dibersihkan dengan air mengalir sebelum dilakukan isi ulang.

Sampel saus tomat dan kecap isi ulang di kantin X Kota Manado tahun 2019 tercemar mikroba seperti E.Kontaminasi tersebut disebabkan oleh praktik sanitasi yang kurang baik, seperti pengisian ulang tanpa membersihkan botol terlebih dahulu.Penelitian ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kebersihan penyajian saus isi ulang untuk mencegah risiko gangguan kesehatan bagi konsumen.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh frekuensi pengisian ulang terhadap pertumbuhan mikroba dalam saus tomat dan kecap di kantin skala kecil, untuk mengetahui batas aman penggunaan botol isi ulang tanpa pembersihan menyeluruh. Kedua, sebaiknya diteliti efektivitas berbagai metode pembersihan botol secara sederhana, seperti bilasan air panas, air garam, atau cuka, dalam mengurangi cemaran mikroba di lingkungan kantin rumahan atau kantin sekolah. Ketiga, perlu dikaji perbandingan tingkat kontaminasi mikroba antara saus kemasan sekali pakai dan saus isi ulang dalam penggunaan sehari-hari di berbagai jenis kantin, agar dapat diketahui secara pasti manfaat keamanan pangan dari penggunaan kemasan sekali pakai dibandingkan isi ulang. Penelitian-penelitian ini akan membantu merumuskan pedoman sanitasi yang realistis dan terjangkau bagi pengelola kantin lokal. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak edukasi higienis terhadap perilaku pengelola kantin sebelum dan sesudah intervensi pelatihan keamanan pangan sederhana. Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan program pelatihan yang tepat guna. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi kebiasaan konsumen dalam menggunakan saus isi ulang dan persepsi mereka terhadap risiko kesehatan, guna menyusun strategi komunikasi risiko yang efektif. Pendekatan multidimensi seperti ini akan memperkuat upaya peningkatan keamanan pangan di tingkat konsumsi sehari-hari.

  1. #jeruk nipis citrus#jeruk nipis citrus
  2. #strategi komunikasi#strategi komunikasi
Read online
File size277.64 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-30z
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test