UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Kajian tentang filsafat stoa dan gaya hidup minimalis secara beriringan masih sangat jarang dijadikan sebagai topik pembahasan dalam penelitian. Filsafat stoa sebagai jalan hidup beririsan dengan filosofi gaya hidup minimalis. Filsafat stoa dapat pula menjadi pijakan untuk mengaplikasikan gaya hidup minimalis. Sehingga tujuan dari artikel ini, hendak meninjau signifikansi keterkaitan antara filsafat stoa dan filosofi gaya hidup minimalis secara konsep yang berimplikasi pada persepsi individu sekaligus sebagai respon terhadap fenomena konsumerisme. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan studi literatur. Penelitian ini turut membahas mengenai prinsip fundamental filsafat stoa, konsep hidup stoisisme, munculnya gaya hidup minimalis, dasar berpikir hidup minimalis, dan prinsip hidup minimalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai moral dari filsafat stoa dan filosofi gaya hidup minimalis dalam merespon fenomena konsumerisme yaitu kebebasan dan penyederhanaan, memahami kendali, dan melatih persepsi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat stoa dan gaya hidup minimalis memiliki keterkaitan dalam merespons fenomena konsumerisme melalui nilai-nilai seperti kesederhanaan, kebebasan, dan pengendalian diri.Kedua konsep tersebut menekankan pentingnya fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, seperti pikiran dan persepsi, serta mengurangi ketergantungan terhadap barang material.Penerapannya dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan harmoni sosial, serta relevan sebagai respons terhadap arus globalisasi dan konsumerisme.

Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan filsafat stoa dan gaya hidup minimalis memengaruhi kesehatan mental generasi muda di perkotaan dalam konteks tekanan sosial dan media digital. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas pelatihan berbasis dikotomi kendali stoa dalam mengurangi kecenderungan konsumtif impulsif pada remaja. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang adaptasi filosofi minimalis yang dipadukan dengan nilai lokal dan kearifan budaya Indonesia untuk menciptakan model hidup sederhana yang relevan secara sosial dan ekonomi. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi intervensi gaya hidup yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan mental, serta mengurangi dampak negatif konsumerisme tanpa mengabaikan konteks budaya. Dengan pendekatan empirik dan kontekstual, temuan dapat memberi kontribusi nyata dalam pendidikan karakter, kebijakan sosial, dan pemberdayaan komunitas. Selain itu, pendekatan lintas disiplin antara filsafat, psikologi, dan sosiologi perlu diperkuat untuk memahami dinamika internal dan eksternal individu dalam menjalani hidup minimalis. Model pelatihan berbasis persepsi dan kendali diri juga bisa dikembangkan dalam bentuk program sekolah atau komunitas. Fokus pada aspek praktik sehari-hari akan membuat filosofi ini lebih mudah diakses dan diadopsi masyarakat luas. Penelitian lanjutan sebaiknya tidak hanya menguji efek tetapi juga mengeksplorasi hambatan struktural dan budaya yang menghalangi penerapan gaya hidup ini. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan solusi yang lebih holistik dan inklusif bagi masyarakat modern.

  1. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof gc 4i pq qd xpab aoc um mf ce pri qy rb jb mp4 abde1 20m... doi.org/10.26485/PS/2017/66.4/40 pdf obj endobj xref trailer startxref eof gc 4i pq qd xpab aoc um mf ce pri qy rb jb mp4 abde1 20m doi 10 26485 PS 2017 66 4 4
  2. Minimalism in consumption | Błoński | Annales Universitatis Mariae Curie-Skłodowska, sectio H –... journals.umcs.pl/h/article/view/8909Minimalism in consumption BCoEski Annales Universitatis Mariae Curie SkCodowska sectio H Ae journals umcs pl h article view 8909
Read online
File size517.97 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test