UNSURUNSUR

Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan PembelajarannyaDinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya

Artikel ini memaparkan komparasi karakter ekstrovert dan introvert tokoh utama dalam film 200 Pounds Beauty versi Korea (2006) dan versi Indonesia (2023) menggunakan pendekatan psikologi analitik Carl Gustav Jung. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap dinamika kepribadian melalui empat fungsi psikis pikiran, perasaan, pengindraan, dan intuisi yang membentuk orientasi ekstrovert dan introvert individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain komparatif dan teknik studi pustaka serta dokumentasi terhadap kedua film. Data berupa dialog, adegan, dan ekspresi tokoh utama dianalisis untuk menemukan ciri kepribadian berdasarkan teori Jung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam versi Korea, tokoh Hanna/Jenny cenderung ekstrovert dengan keberanian tampil di ruang publik dan pencarian pengakuan sosial, namun tetap menyimpan konflik batin yang memperlihatkan sisi introvert. Sementara itu, dalam versi Indonesia, tokoh Juwita/Angel memperlihatkan keseimbangan antara kedua tipe, dengan dominasi sifat introvert yang tercermin melalui refleksi diri, rasa bersalah, dan kesadaran moral terhadap identitasnya. Tokoh utama dalam kedua versi film menunjukkan ekspresi kepribadian yang berbeda dalam menanggapi konflik batin dan pencarian jati diri. Penelitian ini menegaskan bahwa teori psikologi analitik Jung efektif digunakan untuk menganalisis kepribadian tokoh dalam film dan memahami proses penerimaan diri melalui dinamika fungsi psikis.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kepribadian tokoh utama dalam film 200 Pounds Beauty versi Korea dan Indonesia didominasi oleh orientasi ekstrovert yang mendorong mereka untuk mencari pengakuan dan penerimaan sosial melalui transformasi fisik dan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan.Namun, sisi introvert juga berperan penting dalam memperlihatkan pergulatan batin dan proses refleksi diri terhadap makna perubahan serta penerimaan diri yang sejati.Berdasarkan teori psikologi analitik Carl Gustav Jung, keseimbangan antara orientasi ekstrovert dan introvert menjadi kunci dalam mencapai proses individuasi atau kesadaran diri yang utuh.Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa harmoni antara kedua orientasi kepribadian tersebut sangat penting bagi pembentukan identitas dan kestabilan psikologis individu.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk meneliti aspek penerapan teori Jung terhadap karakter film lain dengan pendekatan kualitatif agar dapat memberikan gambaran lebih luas tentang dinamika kepribadian tokoh dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh budaya dan nilai-nilai sosial terhadap pembentukan identitas dan kepribadian individu dalam film. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika psikologis tokoh dalam karya film dan proses penerimaan diri melalui dinamika fungsi psikis.

  1. ON THE RELATION OF ANALYTICAL PSYCHOLOGY TO POETIC ART1 - JUNG - 1923 - British Journal of Medical Psychology... bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.2044-8341.1923.tb00450.xON THE RELATION OF ANALYTICAL PSYCHOLOGY TO POETIC ART1 JUNG 1923 British Journal of Medical Psychology bpspsychub onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 2044 8341 1923 tb00450 x
  2. PERILAKU DEPRESI TOKOH AMANDA DALAM NOVEL A UNTUK AMANDA KARYA ANNISA IHSANI : KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA... doi.org/10.32682/sastranesia.v10i3.2596PERILAKU DEPRESI TOKOH AMANDA DALAM NOVEL A UNTUK AMANDA KARYA ANNISA IHSANI KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA doi 10 32682 sastranesia v10i3 2596
  3. Struktur Kepribadian Tokoh Euis dalam Film Keluarga Cemara Karya Yandy Laurens: Kajian Psikologi Sastra... doi.org/10.14710/sabda.17.1.10-21Struktur Kepribadian Tokoh Euis dalam Film Keluarga Cemara Karya Yandy Laurens Kajian Psikologi Sastra doi 10 14710 sabda 17 1 10 21
Read online
File size1.04 MB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test