ISHAISHA

LEGAL BRIEFLEGAL BRIEF

Studi ini mengeksplorasi perlindungan hukum yang tersedia bagi konsumen yang terlibat dalam transaksi pertukaran uang baru yang dilakukan di luar institusi perbankan formal. Praktik pertukaran uang baru melalui pihak tidak resmi atau tidak berwenang sering meningkat selama musim liburan atau acara khusus, menciptakan risiko potensial seperti penipuan, peredaran uang palsu, harga tidak adil, dan kurangnya tanggung jawab. Penelitian ini menganalisis kerangka hukum yang ada mengenai perlindungan konsumen, regulasi mata uang, dan pengawasan keuangan untuk menentukan sejauh mana konsumen dilindungi dalam transaksi tersebut. Menggunakan pendekatan juridik normatif, studi ini meninjau hukum perlindungan konsumen, regulasi bank sentral, dan ketentuan perundang-undangan terkait. Penelitian ini mengevaluasi tanggung jawab hukum penyedia pertukaran uang tidak resmi dan mengidentifikasi celah dalam mekanisme penerapan (Ardelia & Herta, 2025). Temuan menunjukkan bahwa meskipun hukum perlindungan konsumen umum memberikan dasar perlindungan, pengawasan spesifik atas aktivitas pertukaran mata uang tidak resmi tetap terbatas, menghasilkan ketidakpastian hukum dan langkah pencegahan yang lemah. Studi ini menyimpulkan bahwa pengawasan regulasi yang lebih kuat, sanksi yang jelas, dan peningkatan kesadaran publik diperlukan untuk memastikan perlindungan hukum yang efektif bagi konsumen. Koordinasi yang ditingkatkan antara otoritas keuangan dan lembaga penegak hukum juga penting untuk mencegah penyalahgunaan dan melindungi hak konsumen dalam praktik pertukaran mata uang non-bank.

Kesimpulan studi ini menyatakan bahwa perlindungan hukum umum memberikan dasar normatif untuk menjamin hak informasi, keadilan, dan upaya pemulihan, tetapi tidak cukup untuk merespons kerentanan spesifik yang muncul dalam praktik pertukaran uang baru tidak resmi (Buckley et al.Pendekatan regulasi yang lebih terintegrasi, menggabungkan pengawasan preventif, persyaratan transparansi, pendidikan publik, dan mekanisme penegakan hukum yang efektif, diperlukan untuk melindungi konsumen sambil menjaga integritas moneter dan kepercayaan publik terhadap sistem mata uang.

Pertama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas kampanye kesadaran publik dalam memengaruhi perilaku konsumen terhadap risiko pertukaran uang tidak resmi. Kedua, studi tentang dampak pemberian lisensi kepada penyedia pertukaran uang tidak resmi terhadap transparansi pasar. Ketiga, analisis peran teknologi dalam meningkatkan deteksi uang palsu pada pertukaran mata uang non-bank. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka regulasi yang lebih responsif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan konsumen, sambil memastikan integritas sistem keuangan.

Read online
File size419.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test