UNMUNM

Pinisi Business Administration ReviewPinisi Business Administration Review

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran kelompok yang memiliki aturan tertentu. Prinsip dasar pembelajaran ini adalah siswa membentuk kelompok kecil dan saling mengajar untuk mencapai tujuan bersama. Model Cooperative Script adalah metode pembelajaran di mana siswa bekerja berpasangan dan secara bergiliran mempresentasikan secara lisan bagian-bagian materi yang sedang dipelajari. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam pembelajaran Akuntansi Keuangan di kelas XII AKL C SMKN 1 Luwuk. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan dengan memberikan tes pada akhir setiap siklus. Analisis data dalam penelitian ini adalah mereduksi data, menyajikan data, serta memverifikasi atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Script dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Akuntansi Keuangan di kelas XII AKL C SMKN 1 Luwuk pada tahun ajaran 2021/2022.

Penerapan model Cooperative Script terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Akuntansi Keuangan di kelas XII AKL C SMKN 1 Luwuk pada tahun ajaran 2021/2022.Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh capaian ketuntasan klasikal motivasi belajar mencapai 100% dan hasil belajar mencapai 94,44% pada siklus kedua.Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran Cooperative Script pada kompetensi dasar terkait pencatatan kewajiban jangka panjang dan penerbitan obligasi.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana efektivitas model Cooperative Script ketika diterapkan pada materi Akuntansi Keuangan yang lebih kompleks, seperti konsolidasi laporan keuangan atau akuntansi perusahaan multinasional, untuk melihat apakah model ini tetap efektif pada materi yang membutuhkan pemahaman mendalam dan keterampilan analitis tinggi. Kedua, perlu diteliti pengaruh penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi kolaborasi daring atau platform pembelajaran online, dalam memperkuat implementasi Cooperative Script di kelas, terutama dalam konteks pembelajaran hibrida yang menggabungkan tatap muka terbatas dan jarak jauh. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana model ini berdampak pada aspek afektif dan psikomotor siswa, seperti kerja sama tim, rasa percaya diri, dan kemampuan komunikasi lisan, agar dapat diketahui secara utuh kontribusi model ini terhadap pengembangan kompetensi holistik peserta didik. Penelitian lanjutan dapat dirancang untuk membandingkan efektivitas Cooperative Script dengan model pembelajaran kooperatif lainnya, seperti Think-Pair-Share atau Jigsaw, dalam konteks pembelajaran akuntansi. Selain itu, perlu dikaji pula bagaimana strategi pengelompokan siswa, apakah heterogen berdasarkan kemampuan atau berdasarkan minat, memengaruhi hasil pembelajaran. Penelitian juga dapat mengevaluasi durasi optimal interaksi berpasangan agar tidak terlalu melelahkan namun tetap efektif. Pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur motivasi belajar secara kualitatif juga perlu dilakukan. Model ini juga dapat diuji pada jenjang pendidikan yang berbeda atau pada mata pelajaran lain di bidang kejuruan. Faktor-faktor seperti gaya belajar siswa dan kepribadian guru dapat menjadi variabel dalam penelitian lanjutan. Terakhir, penting untuk menyelidiki persepsi jangka panjang siswa terhadap model ini setelah mereka menyelesaikan pembelajaran.

Read online
File size234.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test