JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK

Majalah Ilmiah UPI YPTKMajalah Ilmiah UPI YPTK

Bullying tetap menjadi masalah yang meluas di sekolah, yang berdampak pada prestasi akademik, kesejahteraan emosional, dan perkembangan sosial siswa. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi peribahasa Jawa (unen-unen) melalui media video sebagai pendekatan kontekstual terhadap pendidikan anti-bullying di SMK Brawijaya Ponorogo. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 17 siswa kelas XI dan menggunakan lembar observasi serta kuesioner untuk menilai pemahaman mereka tentang konsep bullying dan pengaruh peribahasa Jawa terhadap sikap sosial mereka. Temuan menunjukkan bahwa media video secara efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying, dengan skor rata-rata 4,35 untuk pemahaman definisi bullying dan 4,47 untuk mengenali bullying sebagai tindakan yang tidak pantas. Peribahasa Jawa mendorong sikap reflektif, dengan 64,8% siswa mempertimbangkan kembali perilaku mereka terhadap teman sebaya. Namun, tantangan muncul bagi siswa non-Jawa karena kurangnya familiaritas dengan konteks budaya, yang memerlukan strategi adaptif seperti diskusi kelompok untuk menjembatani kesenjangan pemahaman. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran moral dan penolakan bullying, tetapi juga mempromosikan pelestarian budaya dan dialog inklusif. Penelitian ini menekankan potensi pendidikan berbasis kebijaksanaan lokal dalam menciptakan pengalaman belajar transformatif dan relevan secara budaya untuk mengatasi masalah sosial di berbagai lingkungan sekolah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi peribahasa Jawa (unen-unen) ke dalam media pembelajaran video memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep bullying dan mendorong sikap moral dalam menghadapi perilaku bullying di lingkungan sekolah.Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying, membedakan antara bercanda dan bullying, serta menunjukkan penolakan terhadap perilaku tersebut setelah mengikuti pembelajaran berbasis video.Nilai-nilai moral dalam peribahasa, seperti empati, saling menghormati, dan tanggung jawab sosial, mendorong siswa untuk merefleksikan diri dan berinteraksi secara lebih sopan dengan orang lain.Meskipun terdapat tantangan terkait perbedaan budaya, khususnya bagi siswa non-Jawa yang kurang familiar dengan simbolisme dan konteks unen-unen, strategi kolaboratif melalui diskusi kelompok terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan pemahaman.Pembelajaran berbasis kebijaksanaan lokal ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan karakter, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan pengembangan lingkungan belajar yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai nasional.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang responsif terhadap keragaman budaya, seperti menyediakan penjelasan budaya sebelum pemutaran video, menggunakan visualisasi naratif yang kuat, dan memfasilitasi dialog antarkultur di kelas. Hal ini dapat membantu menjembatani kesenjangan pemahaman dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas pendekatan ini dalam konteks sekolah yang lebih beragam secara budaya, termasuk sekolah di luar Jawa. Hal ini akan membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang unik yang mungkin muncul dalam integrasi nilai-nilai lokal ke dalam pembelajaran anti-bullying.. . 3. Menganalisis dampak jangka panjang dari pembelajaran berbasis peribahasa Jawa terhadap sikap dan perilaku siswa terhadap bullying. Penelitian ini dapat mencakup studi longitudinal untuk mengeksplorasi apakah perubahan sikap yang terjadi selama pembelajaran ini bertahan dan berdampak positif pada perilaku siswa dalam jangka panjang.

Read online
File size351.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test