USNSJUSNSJ
Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and EducationPendidikan tidak hanya diukur dari pengetahuan teoretis, tetapi juga dari kemampuan praktis dan keterampilan interpersonal. Tingkat aktivitas belajar siswa yang rendah mencerminkan ketidaksesuaian antara metode pengajaran konvensional dengan kebutuhan aktual siswa dalam mengembangkan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada kelas biologi XI IPA 3 SMA Negeri 5 Kendari dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Taggart dengan tiga siklus pembelajaran. Setiap siklus melalui empat tahapan: (1) perencanaan; (2) melaksanakan tindakan; (3) observasi dan (4) refleksi. Sumber data penelitian ini adalah pengukuran lembar observasi pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil observasi, diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 3,31 dengan persentase 82,74%, pada siklus II sebesar 3,48 dengan persentase 86,90%, dan pada siklus III sebesar 3,68 dengan persentase 91,96%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA 3 SMA Negeri 5 Kendari.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia dan hewan untuk siswa kelas XI IPA3 SMA Negeri 5 Kendari.Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I sebesar 3,31 dengan persentase 82,74% yang meningkat pada siklus II sebesar 3,48 dengan persentase 86,90% dan terus meningkat pada siklus III sebesar 3,68 dengan persentase 91,96%.
Meskipun model Jigsaw terbukti meningkatkan keaktifan, beberapa tantangan masih ada yang bisa menjadi dasar penelitian baru. Pertama, bagaimana caranya agar model pembelajaran ini bisa melibatkan semua siswa secara adil, terutama mereka yang biasanya diam, sehingga tidak hanya beberapa murid yang mendominasi diskusi? Kedua, penelitian ini bisa dikembangkan untuk menyelidiki seberapa dalam pemahaman siswa setelah belajar dengan Jigsaw, dan apakah ilmu mereka bisa bertahan lama atau hanya menghafal sementara. Ketiga, mengingat kendala waktu dan kebisingan saat pindah kelompok, sebuah penelitian baru dapat mengkaji apakah bantuan teknologi seperti aplikasi diskusi online bisa membuat proses Jigsaw lebih efisien dan tenang. Teknologi ini mungkin juga bisa melatih siswa untuk lebih berani dan cermat dalam menanggapi atau mengkritik ide dari teman sekelompoknya, sesuatu yang sulit meningkat pada studi ini. Dengan menjawab pertanyaan ini, kita bisa mengembangkan model Jigsaw yang lebih kuat dan efektif untuk semua jenis siswa di dalam kelas.
| File size | 925.34 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-1P0 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Simulasi 3D sistem peredaran darah pada manusia berhasil dibuat dalam bentuk media interaktif dan digunakan oleh siswa kelas XI di MAN 1 Sambas sebagaiSimulasi 3D sistem peredaran darah pada manusia berhasil dibuat dalam bentuk media interaktif dan digunakan oleh siswa kelas XI di MAN 1 Sambas sebagai
STITUSASTITUSA 05, tingkat afeksi penilaian yang tinggi dengan nilai 2. 80, tingkat afeksi organisasi rendah dengan nilai 2. 61, dan tingkat afeksi karakterisasi tinggi05, tingkat afeksi penilaian yang tinggi dengan nilai 2. 80, tingkat afeksi organisasi rendah dengan nilai 2. 61, dan tingkat afeksi karakterisasi tinggi
STITUSASTITUSA Peran tersebut meliputi guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, model dan teladan, administrator, serta motivator, yang bertujuan membentukPeran tersebut meliputi guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, model dan teladan, administrator, serta motivator, yang bertujuan membentuk
UM MetroUM Metro Aspek perkembangan moral dan nilai-nilai sosial juga berperan penting dalam pembentukan sikap siswa dalam mengerjakan tugas, dimana responden cenderungAspek perkembangan moral dan nilai-nilai sosial juga berperan penting dalam pembentukan sikap siswa dalam mengerjakan tugas, dimana responden cenderung
UNESPADANGUNESPADANG Dengan ketuntasan belajar tersebut diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pemberian tes kecilDengan ketuntasan belajar tersebut diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pemberian tes kecil
UMUSUMUS Pelaksanaan kegiatan KKN UMUS di desa Larangan melalui kegiatan pendampingan belajar bagi siswa-siswi di satuan tingkat sekolah dasar dengan tetap mematuhiPelaksanaan kegiatan KKN UMUS di desa Larangan melalui kegiatan pendampingan belajar bagi siswa-siswi di satuan tingkat sekolah dasar dengan tetap mematuhi
UMUSUMUS Tujuan pengabdian pendampingan belajar secara luring sebagai upaya dalam membantu kesulitan belajar yang dialami siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakanTujuan pengabdian pendampingan belajar secara luring sebagai upaya dalam membantu kesulitan belajar yang dialami siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan
SIMPADUSIMPADU Dengan ini dapat dinyatakan indikator keberhasilan telah tercapai pada siklus II. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dengan menerapkan modelDengan ini dapat dinyatakan indikator keberhasilan telah tercapai pada siklus II. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dengan menerapkan model
Useful /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, danData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
IAIKHOZINIAIKHOZIN Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu Bagaimana.Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu Bagaimana.
POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL Berdasarkan hasil penelitian perhitungan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang telah dilakukan oleh perusahaan belum mengacu pada peraturan perpajakanBerdasarkan hasil penelitian perhitungan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang telah dilakukan oleh perusahaan belum mengacu pada peraturan perpajakan
POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL Metode Activity Based Costing dinilai lebih akurat dalam membebankan biaya overhead kepada produk karena menggunakan lebih dari satu cost driver. SehinggaMetode Activity Based Costing dinilai lebih akurat dalam membebankan biaya overhead kepada produk karena menggunakan lebih dari satu cost driver. Sehingga