STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

PBL merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada pemecahan masalah autentik. Melalui tahapan-tahapan PBL seperti orientasi masalah, pengumpulan data, diskusi kelompok, dan presentasi, siswa terdorong untuk berfikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V di SD Negeri 05 Salido Kecil. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa akibat kurangnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Rata-rata nilai pretest sebesar 66 meningkat menjadi 80 pada posttest. Nilai thitung sebesar 5,833 lebih besar dari ttabel 1,713 dengan signifikansi 0,052. Hal ini menunjukkan bahwa model PBL berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS.

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 05 Salido Kecil.Peningkatan ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 66 pada pretest menjadi 80 pada posttest, serta hasil uji statistik yang menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel.Selain berdampak pada aspek kognitif, model PBL juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama dalam kelompok, dan keberanian menyampaikan pendapat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk memperkuat bukti efektivitas model PBL dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan PBL dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan menginvestigasi pengaruh PBL terhadap keterampilan abad ke-21 lainnya, seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, melalui metode pengumpulan data yang lebih beragam seperti observasi mendalam dan wawancara. Ketiga, studi kasus dapat dilakukan di berbagai konteks sekolah dan tingkat kelas untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PBL, seperti karakteristik siswa, kompetensi guru, dan ketersediaan sumber daya, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi yang lebih spesifik dan kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.

Read online
File size257.67 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test