UNISBANKUNISBANK

Dinamika Bahasa dan BudayaDinamika Bahasa dan Budaya

Pembelajar bahasa Inggris non-native membutuhkan waktu untuk mempelajari bahasa Inggris karena mereka hanya mendengarnya tanpa tahu cara mengucapkannya dengan benar. Kondisi ini terjadi di Sekolah Dasar pada umumnya karena siswa tidak memiliki latar belakang bahasa asing, baik di sekolah maupun di rumah. Kurikulum tersembunyi yang berfokus pada soft skills siswa tidak dikelola dengan baik karena manajemen sekolah berpikir bahwa yang harus mereka lakukan dalam menjalankan suasana akademik adalah mengajar dengan baik untuk siswa mereka. Langkah pertama dalam mengajar bahasa Inggris untuk pembelajar muda, terutama mereka yang merupakan pembelajar bahasa Inggris non-native, adalah memperkenalkan bahasa Inggris dengan mengenalnya. Teori perkembangan anak Piaget berkontribusi membantu guru untuk mengetahui pertumbuhan siswa secara fisik dan mental untuk membantu mereka belajar lebih baik sambil memainkan peran guru yang berbeda. Piaget membuktikan bahwa kognitivisme memberikan wawasan bahwa anak-anak berkembang melalui tahapan sejak mereka lahir. Siswa kelas satu pada usianya berada pada tahap praperasional dengan salah satu karakteristiknya adalah perkembangan bahasa dengan tujuan menciptakan pemikiran simbolis. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengajarkan alfabet kepada siswa kelas satu.

Siswa kelas satu menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam pembelajaran alfabet bahasa Inggris, terutama ketika proses pembelajaran didukung oleh video, karena mereka dapat mempelajari alfabet melalui lagu.Penggunaan alat peraga seperti kartu flash terbukti efektif membantu siswa kelas satu memvisualisasikan alfabet bahasa Inggris, yang pada gilirannya membantu mereka dalam pelafalan dan penghafalan objek terkait.Guru yang mengajar siswa kelas satu pembelajar bahasa Inggris non-native perlu menguasai penerapan berbagai strategi pengajaran alfabet agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Penelitian ini memberikan dasar untuk beberapa penelitian lanjutan yang lebih mendalam. Pertama, karena penelitian ini menyebutkan bahwa otak anak laki-laki dan perempuan berkembang secara berbeda, sebuah studi bisa meneliti apakah strategi seperti belajar lewat video atau kartu flash lebih cocok untuk anak laki-laki atau perempuan, sehingga guru bisa memilih metode yang paling efektif untuk setiap gender. Kedua, penelitian ini hanya berlangsung singkat, jadi sebuah penelitian baru bisa mengecek apakah siswa masih ingat kosakata yang sudah dipelajari setelah beberapa bulan, untuk mengetahui apakah metode ini benar-benar memberikan pengaruh jangka panjang. Ketiga, karena penelitian ini hanya dilakukan di satu sekolah, akan sangat berguna untuk membandingkan hasilnya jika metode yang sama diterapkan di tempat lain, misalnya di sekolah di desa yang fasilitasnya lebih sedikit atau di sekolah swasta yang lebih maju. Penelitian seperti ini akan membantu mengetahui apakah cara mengajar ini berhasil di semua kondisi atau harus disesuaikan dengan lingkungan sekolah tertentu.

Read online
File size218.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test