JURNALFKMUITJURNALFKMUIT

Indonesia Timur Journal of Public HealthIndonesia Timur Journal of Public Health

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian setelah HIV/AIDS di Indonesia termasuk Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas Kanjilo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan metode cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 173 sampel yang diperoleh berdasarkan rumus Slovin dengan penarikan purposive sampling dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kanjilo Kabupaten Gowa pada Juni-Agustus 2025. Berdasarkan uji analisis statistik chi-square hasil penelitian menunjukkan ada hubungan ventilasi dengan kejadian tuberkulosis (p=<0,001 < α 0,05), ada hubungan pencahayaan dengan kejadian tuberkulosis (p=<0,001 < α 0,05), tidak ada hubungan jenis lantai dengan kejadian tuberkulosis (p=0,82 > α 0,05), dan ada hubungan kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis (p=0,001 < α 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ventilasi, pencahayaan, dan kepadatan hunian di wilayah kerja Puskesmas Kanjilo Kabupaten Gowa memiliki hubungan dengan kejadian tuberkulosis, sedangkan jenis lantai tidak memiliki hubungan dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kanjilo. Upaya pencegahan tuberkulosis perlu dilakukan dengan cara membuat ventilasi tambahan pada sebuah ruangan, membuat pencahayaan yang baik pada sebuah ruangan untuk mencegah berkembangbiaknya Mycobacterium tuberculosis, serta menerapkan syarat kepadatan hunian pada setiap rumah guna mencegah bertambahnya anggota rumah terkena penyakit tuberkulosis.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ventilasi, pencahayaan, dan kepadatan hunian terhadap kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kanjilo, Kabupaten Gowa.Kondisi fisik rumah seperti ventilasi dan pencahayaan yang tidak memenuhi standar kesehatan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penularan tuberkulosis.Oleh karena itu, perbaikan kualitas lingkungan perumahan sangat penting dilakukan untuk menekan angka kejadian penyakit tersebut.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kombinasi antara ventilasi, pencahayaan, dan kepadatan hunian secara bersamaan terhadap risiko penularan tuberkulosis menggunakan pendekatan statistik multivariat untuk memahami interaksi faktor-faktor tersebut secara lebih mendalam. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas intervensi modifikasi rumah sehat, seperti pemasangan ventilasi alami dan jendela pencahayaan optimal, terhadap penurunan insidensi tuberkulosis dalam skala komunitas selama periode tertentu. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian yang mengeksplorasi persepsi dan kesiapan masyarakat di wilayah padat penduduk terhadap upaya perbaikan fisik rumah, termasuk hambatan sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi penerapan standar rumah sehat, agar intervensi yang dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Read online
File size382.52 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test