ITSCIENCEITSCIENCE
Healthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanHealthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanPhysical frailty pada lansia merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik yang berdampak pada berkurangnya kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Kondisi ini meningkatkan risiko ketergantungan, penurunan kualitas hidup, serta komplikasi kesehatan sehingga diperlukan intervensi yang tepat untuk mempertahankan fungsi fungsional lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Otago Exercise Program (OEP) terhadap peningkatan Activities of Daily Living (ADL) pada lansia dengan physical frailty. Metode penelitian yang digunakan adalah desain studi kasus dengan satu orang partisipan lansia yang mengalami physical frailty. Intervensi fisioterapi diberikan selama 8 minggu dengan total 24 sesi latihan yang berfokus pada Otago Exercise Program. Evaluasi kemampuan aktivitas sehari-hari dilakukan menggunakan instrumen pengukuran Barthel Index sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai ADL dari skor 70 menjadi 85, yang mengindikasikan perubahan kategori dari ketergantungan sedang menjadi ketergantungan ringan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Otago Exercise Program berpotensi efektif dalam meningkatkan kemampuan Activities of Daily Living pada lansia dengan physical frailty, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi fisioterapi dalam upaya meningkatkan kemandirian fungsional lansia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi menggunakan Otago Exercise Program (OEP) memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan aktivitas kehidupan sehari-hari (Activities of Daily Living/ADL) pada lansia dengan physical frailty.Peningkatan skor Barthel Index dari 70 menjadi 85 mencerminkan perbaikan kemandirian fungsional yang bermakna secara klinis.Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan yang terstruktur dan berkelanjutan dapat memperbaiki keterbatasan fungsional pada lansia frail.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan desain eksperimental yang lebih ketat, seperti randomized controlled trial (RCT), dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar untuk menguji efektivitas OEP secara lebih komprehensif dan memastikan generalisasi hasil. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi respons individu terhadap OEP, seperti karakteristik demografis, tingkat keparahan frailty, status kognitif, dan motivasi partisipan, untuk mengidentifikasi subkelompok lansia yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari intervensi ini. Ketiga, penelitian di masa depan dapat menginvestigasi efektivitas OEP dalam kombinasi dengan intervensi lain, seperti nutrisi, stimulasi kognitif, atau dukungan sosial, untuk mengembangkan pendekatan multidisiplin yang lebih holistik dalam manajemen physical frailty pada lansia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung implementasi OEP sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan lansia di Indonesia.
| File size | 177.3 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Penelitian ini dilakukan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Batam pada November 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyakPenelitian ini dilakukan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Batam pada November 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak
MES BOGORMES BOGOR Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectioanal. Penelitian dilakukan pada 50 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilihPenelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectioanal. Penelitian dilakukan pada 50 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih
UNIBAUNIBA Natsir Kota Solok bulan Oktober. Teknik pengambilan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Analisa Bivariat dilakukan untukNatsir Kota Solok bulan Oktober. Teknik pengambilan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk
UNIBAUNIBA Jumlah sampel sebanyak 66 siswi, sampel diambil menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner. Hasil penelitianJumlah sampel sebanyak 66 siswi, sampel diambil menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner. Hasil penelitian
UNIBAUNIBA Pemberian jus wortel mengandung vitamin E dan betakaroten yang dapat memberikan efek analgesik dan anti inflamasi dengan mekanisme kerja yaitu menghambatPemberian jus wortel mengandung vitamin E dan betakaroten yang dapat memberikan efek analgesik dan anti inflamasi dengan mekanisme kerja yaitu menghambat
UNIBAUNIBA Hasil: Hasil analisis chi-square untuk hubungan usia dengan plasenta previa didapatkan p= 0,001 dimana p lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansiHasil: Hasil analisis chi-square untuk hubungan usia dengan plasenta previa didapatkan p= 0,001 dimana p lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi
UNIBAUNIBA Jumlah sampel sebanyak 90 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap metode pembelajaranJumlah sampel sebanyak 90 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap metode pembelajaran
UNIBAUNIBA Populasi penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia tipe paranoid dengan jumlah sampel 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenisPopulasi penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia tipe paranoid dengan jumlah sampel 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Metode yang digunakan adalah studi kasus. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 Minute Step Test (2MST) dengan hasil E1=57, E2=62, danMetode yang digunakan adalah studi kasus. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 Minute Step Test (2MST) dengan hasil E1=57, E2=62, dan
MES BOGORMES BOGOR Penulis menyimpulkan perlu adanya peningkatan dukungan yang lebih baik dengan manajemen spiritual care. Pendekatan inovatif juga perlu diberikan kepadaPenulis menyimpulkan perlu adanya peningkatan dukungan yang lebih baik dengan manajemen spiritual care. Pendekatan inovatif juga perlu diberikan kepada
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA 005) dalam frekuensi dan intensitas mual dan muntah pada kelompok yang menerima aromaterapi lavender, yang mengindikasikan bahwa aromaterapi lavender dapat005) dalam frekuensi dan intensitas mual dan muntah pada kelompok yang menerima aromaterapi lavender, yang mengindikasikan bahwa aromaterapi lavender dapat
ITSCIENCEITSCIENCE Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari keikutsertaan dalam Kelas Ibu Balita terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenaiHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari keikutsertaan dalam Kelas Ibu Balita terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai