ITSCIENCEITSCIENCE

Healthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanHealthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang bersifat irreversible dan umumnya disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai serta paparan infeksi berulang, terutama selama periode kritis 1000 hari pertama kehidupan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah tahun 2021, prevalensi stunting tertinggi tercatat di wilayah kerja Puskesmas Kekuyang, Kecamatan Ketol, yaitu sebesar 30,8% (145 balita). Sementara itu, di wilayah Puskesmas Ketol pada kecamatan yang sama, angka stunting tercatat sebesar 10,1%, atau sekitar 74 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kelas Ibu Balita sebagai media edukatif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Ketol. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain one group pre-test and post-test, di mana pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pada satu kelompok yang sama. Desain ini memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi dampak edukasi terhadap perubahan pengetahuan responden. Uji statistik yang digunakan adalah paired t-test guna mengetahui signifikansi perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari keikutsertaan dalam Kelas Ibu Balita terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting. Dari total 42 responden yang terlibat, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Kelas Ibu Balita di Puskesmas Ketol efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Oleh karena itu, diharapkan Puskesmas Ketol dapat terus mengembangkan dan mengoptimalkan kegiatan Kelas Ibu Balita sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif dalam penanggulangan stunting. Penyuluhan dan layanan edukatif yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam memperkuat peran ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam praktik pengasuhan dan pemberian gizi yang optimal bagi balita.

Kelas Ibu Balita terbukti memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Ketol.Pelibatan aktif ibu dalam kelas edukatif mampu meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya pemberian gizi seimbang, perawatan kesehatan anak, dan pemantauan tumbuh kembang secara rutin.Namun, efektivitas kelas masih terkendala oleh rendahnya kehadiran peserta, kurangnya inovasi dalam penyampaian materi, serta lemahnya sistem evaluasi dan keterlibatan tenaga kesehatan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis partisipasi aktif, seperti diskusi kelompok dan simulasi praktik MP-ASI, terhadap peningkatan kehadiran dan keterlibatan ibu dalam Kelas Ibu Balita. Kedua, penting untuk menguji efektivitas integrasi media digital interaktif—seperti video pendek dan e-book—dalam kelas edukasi, untuk melihat apakah media tersebut mampu meningkatkan retensi pengetahuan jangka panjang dibanding metode konvensional. Ketiga, perlu dikaji penerapan sistem pemantauan dan evaluasi berbasis aplikasi sederhana oleh tenaga kesehatan untuk menilai perkembangan pengetahuan dan perilaku ibu secara berkala, serta mengidentifikasi hambatan individu yang memengaruhi partisipasi. Studi-studi ini dapat saling melengkapi untuk membangun model edukasi yang lebih menarik, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan terpadu, diharapkan Kelas Ibu Balita tidak hanya menjadi wadah informasi, tetapi juga wahana pemberdayaan nyata bagi ibu dalam mencegah stunting. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara kolaboratif antara puskesmas dan institusi pendidikan kesehatan untuk memastikan validitas dan aplikasi praktis temuannya. Model yang berhasil dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Fokus pada aspek keterlibatan, teknologi sederhana, dan sistem monitoring akan memperkuat strategi pencegahan stunting dari akar rumput. Peningkatan kualitas edukasi di tingkat primer menjadi kunci dalam menurunkan prevalensi stunting secara nasional. Penelitian seperti ini juga membuka ruang untuk eksplorasi peran ayah dan anggota keluarga lain dalam kelas edukasi. Dengan demikian, intervensi menjadi lebih holistik dan berkelanjutan.

  1. PENGARUH RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA IBU BALITA USIA 6-24 BULAN DI... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/12167PENGARUH RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA IBU BALITA USIA 6 24 BULAN DI journal universitaspahlawan ac index php ners article view 12167
  2. Android-based Stunting Child Nutrition Application (GiAS) to Assess Macro-nutrients, Zinc, and Calcium... ejournal.unisba.ac.id/index.php/gmhc/article/view/6708Android based Stunting Child Nutrition Application GiAS to Assess Macro nutrients Zinc and Calcium ejournal unisba ac index php gmhc article view 6708
  3. Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Booklet tentang Stunting... doi.org/10.15294/jppkmi.v2i2.52427Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Booklet tentang Stunting doi 10 15294 jppkmi v2i2 52427
Read online
File size252.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test