POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health Science

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Setiap tahun jumlah penderita diabetes meningkat. Pola konsumsi sayur dan buah berkaitan dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola konsumsi sayur dan buah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas I Denpasar Barat. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional dan teknik consecutive. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 31 sampel. Hasil: Dari penelitian yang dilakukan, sampel dengan kategori konsumsi sayur yang rendah memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 68,18%. Sampel dengan kategori variasi konsumsi sayur yang tidak beragam memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 77,78%. Sampel dengan kategori frekuensi konsumsi sayur yang tidak baik memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 70,59%. Sampel dengan kategori konsumsi buah yang rendah memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 70,83%. Sampel dengan kategori jenis buah yang dikonsumsi tidak bervariasi memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 72%. Sampel dengan kategori frekuensi konsumsi buah yang tidak baik memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 67,86%. Disarankan untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah yang mengandung serat tinggi.

Pola konsumsi sayur dan buah sebagian besar sampel berada dalam kategori kurang baik baik dari segi jumlah, jenis, maupun frekuensi konsumsi.Sebagian besar sampel memiliki kadar gula darah yang tidak terkendali.Konsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup, jenis yang bervariasi, serta frekuensi yang baik berhubungan dengan kadar gula darah yang lebih terkendali pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji pengaruh variasi jenis sayur dan buah terhadap fluktuasi kadar gula darah harian menggunakan pencatatan konsumsi harian dan pengukuran glukosa secara kontinu selama satu bulan penuh. Kedua, sebaiknya dilakukan studi intervensi untuk mengetahui efektivitas program edukasi bergambar tentang porsi dan frekuensi konsumsi sayur dan buah berbasis pedoman GERMAS terhadap kepatuhan pasien dan kontrol glikemik jangka pendek. Ketiga, diperlukan penelitian yang mengeksplorasi faktor sosial ekonomi dan keterjangkauan pangan lokal terhadap pola konsumsi sayur dan buah pada pasien diabetes di wilayah perkotaan dan pesisir, guna merancang kebijakan distribusi pangan sehat yang lebih tepat sasaran. Studi ini juga dapat memperdalam temuan dari penelitian sebelumnya yang menyebutkan pentingnya edukasi dan keterbatasan akses, serta mengevaluasi dampak program nasional seperti GERMAS pada populasi rentan secara lebih komprehensif. Dengan demikian, intervensi yang dirancang tidak hanya berbasis hasil laboratorium, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat. Penelitian-penelitian ini akan saling melengkapi dalam membangun strategi pengelolaan diabetes yang berkelanjutan dan berbasis bukti lokal.

Read online
File size356.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test