STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Burnout, suatu bentuk kelelahan fisik, mental, dan emosional yang lebih sering terjadi pada tenaga medis dan paramedis, tetap menjadi masalah umum. Indikasi burnout dapat disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, sistem penghargaan yang tidak tepat, atau kekhawatiran tentang keamanan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan keadilan reward terhadap burnout dengan keamanan kerja sebagai variabel moderating di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan korelasional berdasarkan explanatory research. Pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional menggunakan kuesioner pada sampel penelitian, yaitu sebagian tenaga paramedis di ruang rawat inap RSUD Ratu Zalecha Martapura. Pemilihan sampel menggunakan metode probability sampling (proportional stratified random sampling) di 9 ruang rawat inap dengan rasio PNS: PTT 5:3 dan hasil akumulasinya adalah 139 paramedis. Analisis pengukuran menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat pengaruh positif dan signifikan beban kerja terhadap burnout, (ii) terdapat pengaruh negatif dan signifikan keadilan reward terhadap burnout, (iii) terdapat interaksi keamanan kerja sebagai variabel moderating terhadap pengaruh beban kerja terhadap burnout, (iv) terdapat interaksi keamanan kerja sebagai variabel moderating terhadap pengaruh keadilan reward terhadap burnout. Kesimpulannya, terdapat pengaruh beban kerja dan keadilan reward terhadap burnout dengan keamanan kerja sebagai variabel moderating di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa beban kerja dan keadilan reward secara parsial berpengaruh signifikan terhadap burnout.Selain itu, keamanan kerja secara parsial memoderasi keterkaitan pengaruh signifikan antara beban kerja terhadap burnout dan keterkaitan keadilan reward terhadap burnout pada tenaga paramedis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura.Pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengukuran beban kerja, dan konsistensi pemberian reward untuk meminimalkan kejadian burnout.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi burnout pada tenaga paramedis, seperti dukungan sosial dari rekan kerja dan keluarga, serta strategi koping yang digunakan dalam menghadapi stres kerja. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif tenaga paramedis dalam menghadapi beban kerja tinggi dan ketidakadilan reward, serta bagaimana mereka mengelola risiko burnout. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program-program yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan kerja, keadilan reward, dan kesejahteraan psikologis tenaga paramedis, seperti pelatihan manajemen stres, peningkatan komunikasi antara manajemen dan karyawan, serta pengembangan sistem penghargaan yang lebih transparan dan adil. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang fenomena burnout pada tenaga paramedis dan memberikan dasar bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Read online
File size360.29 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test