NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Journal of Management and Digital BusinessJournal of Management and Digital Business

Penelitian ini bertujuan guna mengkaji tingkat beban kerja yang dialami oleh karyawan Divisi Sumber Daya Manusia di Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta menganalisis bagaimana pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan. Beban kerja termasuk bagian penting yang bisa memengaruhi kinerja, sebab jika beban kerja yang diterima terlalu tinggi, bisa berakibat buruk pada produktivitas, efektivitas, serta kesehatan fisik dan mental karyawan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan teknik total sampling, yang mencakup seluruh populasi yang berjumlah 107 karyawan dijadikan responden melalui penyebaran kuesioner. Instrumen kuesioner disusun menggunakan skala Likert guna mengukur tanggapan responden. Selanjutnya data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis melalui penerapkan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja karyawan tergolong tinggi, yang berpotensi memengaruhi penurunan kinerja baik dari sisi produktivitas maupun kualitas. Selain itu, hasil analisis membuktikan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja terhadap kinerja karyawan, di mana kenaikan beban kerja berbanding lurus dengan meningkatnya tekanan yang dirasakan karyawan, sehingga berdampak terhadap hasil kerja yang kurang optimal.

Berdasarkan hasil analisis, karyawan di Divisi Sumber Daya Manusia PT Kereta Api Indonesia mengalami beban kerja yang cukup tinggi dan terdapat hubungan positif serta signifikan antara beban kerja dan kinerja karyawan.Beban kerja yang berlebihan dapat memicu stres, kelelahan, dan menurunkan produktivitas, sementara beban kerja yang terkelola dengan baik dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja.Oleh karena itu, pengukuran dan pengelolaan beban kerja menjadi faktor utama dalam mempengaruhi performa karyawan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan sistem manajemen beban kerja berbasis teknologi digital mempengaruhi tingkat stres dan produktivitas karyawan di berbagai divisi PT Kereta Api Indonesia, dengan menguji hipotesis bahwa otomatisasi alur data mengurangi beban administratif. Selain itu, studi longitudinal yang memantau perubahan beban kerja dan kinerja karyawan selama periode dua tahun dapat memperjelas efek jangka panjang serta mengidentifikasi faktor-faktor penyeimbang yang muncul seiring waktu. Selanjutnya, perbandingan antara divisi sumber daya manusia dengan divisi operasional lainnya mengenai hubungan beban kerja‑kinerja dapat mengungkap perbedaan kontekstual dan membantu merumuskan kebijakan penyesuaian beban kerja yang lebih spesifik. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran program pelatihan manajemen stres dalam mengurangi dampak negatif beban kerja berlebih, dengan mengukur perubahan tingkat kepuasan kerja dan efisiensi setelah intervensi. Dengan mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, studi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan keseimbangan kerja di lingkungan perusahaan.

  1. Pengaruh Kompensasi dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan PT. Kepsindo... Doi.Org/10.35134/Jpsy165.V12i1.3Pengaruh Kompensasi dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan PT Kepsindo Doi Org 10 35134 Jpsy165 V12i1 3
  2. The Effect of Workload and Work Environment on Employee Performance and Work Stress as Intervening Variable... ejournal.umm.ac.id/index.php/jamanika/article/view/20737The Effect of Workload and Work Environment on Employee Performance and Work Stress as Intervening Variable ejournal umm ac index php jamanika article view 20737
Read online
File size356.63 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test