JURNALFKMUITJURNALFKMUIT

Indonesia Timur Journal of Public HealthIndonesia Timur Journal of Public Health

Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan kelompok cacing usus yang ditularkan melalui tanah dan dapat menginfeksi manusia melalui media kuku yang kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan STH pada kotoran kuku anak-anak di Dusun Karama Selatan, Desa Biring Kassi, Kabupaten Takalar. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasi laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Laboratorium Biokimia D-III Analis Kesehatan Universitas Indonesia Timur. Populasi penelitian adalah seluruh anak berusia 5–12 tahun di lokasi penelitian, dengan jumlah sampel 30 anak yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel yang diteliti adalah keberadaan telur atau cacing STH pada kotoran kuku yang diperiksa menggunakan metode flotasi dengan larutan NaCl jenuh. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (80%) dengan kelompok usia terbanyak 8–10 tahun (50%). Sebagian besar anak memiliki perilaku higienitas yang kurang baik, seperti kuku panjang (100%), kuku kotor (96,7%), dan sering bermain tanah tanpa alas kaki (73,3%). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan 5 sampel (16,7%) positif STH, terdiri dari 1 sampel positif Hookworm, 1 sampel positif Ascaris lumbricoides dewasa, dan 3 sampel positif telur Ascaris lumbricoides, sedangkan 25 sampel (83,3%) negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah meskipun prevalensi positif STH rendah, kuku panjang dan kotor terbukti menjadi media penting dalam penularan sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan sanitasi lingkungan.

Dari 30 sampel kotoran kuku anak-anak, ditemukan 5 sampel (16,7%) positif STH, terdiri atas cacing Hookworm, cacing Ascaris lumbricoides, dan telur Ascaris lumbricoides.Kuku panjang dan kotor berperan penting sebagai media penularan Soil Transmitted Helminths meskipun prevalensinya relatif rendah.Temuan ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan melalui edukasi higienitas dan perbaikan kondisi sanitasi lingkungan.

Pertama, perlu diteliti apakah perbedaan tingkat paparan terhadap tanah antar jenis kelamin berkontribusi terhadap temuan bahwa semua kasus positif STH terjadi pada anak laki-laki, dengan membandingkan pola aktivitas harian dan kontak langsung dengan tanah secara sistematis. Kedua, penting untuk menguji efektivitas program edukasi berbasis sekolah yang menggabungkan praktik memotong kuku dan mencuci tangan terhadap penurunan kontaminasi STH pada kuku anak dalam jangka waktu tertentu. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki sumber spesifik kontaminasi Ascaris lumbricoides di lingkungan Dusun Karama Selatan, termasuk kualitas sanitasi, pengelolaan limbah, dan keberadaan hewan peliharaan, untuk mengidentifikasi titik intervensi yang paling strategis. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor perilaku, lingkungan, dan efektivitas pencegahan, sehingga dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di komunitas serupa.

  1. Assessment of the nail contamination with soil-transmitted helminths in schoolchildren in Jimma Town,... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0268792Assessment of the nail contamination with soil transmitted helminths in schoolchildren in Jimma Town journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0268792
Read online
File size352.9 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test