UNMUHUNMUH

POLITICOPOLITICO

Penelitian ini mengkaji program desa digital yang dilakukan oleh pemerintah desa Sidomulyo Kabupaten Jember. Desa digital diwujudkan dengan mengembangkan sistem digital pemerintahan desa yang memberikan pelayanan administrasi, mitigasi bencana, marketplace, dan pengaduan masyarakat. Pemerintah desa Sidomulyo dalam mengembangkan sistem digital pemerintahan desa deang melibatakan mitra kerjasama dari sektor pendidikan, swasta, dan masyarakat. Sistem digital pemerintahan desa yang diberi nama MallDesa selalu dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan pemerintah desa dan masyarakat sehingga sistem digital mendapatkan prestasi dan apresiasi oleh pemerintah daerah kabupaten dan provinsi. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi program desa digital dengan menggunakkan pendekatan dynamic governance Neo Boon Siong n.d.(2007). Pendekatan teori dynamic governance menggunakan dimensi capabiliities sebagai alat bantu dalam menganalisis program desa digital Metode penelitian yang digunakan adalah quasi qualitatif. Sumber data melalui wawancara dan dokumentasi, pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive. Untuk mengecek keabsahan data digunakan triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan model analisis dimain dan analisis taksonomi (Spradley). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adaptive capabilitie yang s mencakup kapabilitas kebijakan adaptif, pemerintahan desa, kolaborasi, sumber daya manusia, dan budaya organisasi inovatif. Lapisan ini berfungsi sebagai penggerak utama dinamika tata kelola.

Berdasarkan hasil analisis taksonomi dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa pengembangan Desa Digital merupakan proses tata kelola yang dinamis, adaptif, dan kontekstual yang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga memperkuat kemampuan pemerintahan desa dan menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal.Transformasi digital desa telah terbukti terjadi sebagai proses sistemik yang melibatkan kebijakan, organisasi, sumber daya manusia, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dan budaya sosial dan organisasi.Secara keseluruhan, sintesis dari analisis dan hasil diskusi menghasilkan formulasi Model Tata Kelola Desa Digital Dinamis, yang menempatkan Desa Digital sebagai ekosistem tata kelola dinamis yang berbasis pada nilai-nilai budaya lokal, kemampuan adaptif pemerintahan desa, infrastruktur socio-teknis, dan proses belajar berkelanjutan.Model ini memperkuat relevansi teori Tata Kelola Dinamis, sambil memperluasnya secara kontekstual di tingkat desa dan dalam konteks transformasi digital.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesuksesan pengembangan Desa Digital tidak ditentukan oleh teknologi saja, tetapi oleh kemampuan desa untuk mengintegrasikan kebijakan adaptif, kemampuan organisasi, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, sumber daya manusia, dan nilai-nilai budaya lokal dalam sistem tata kelola yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, penelitian dapat fokus pada dampak Desa Digital terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Bagaimana Desa Digital dapat menjadi platform untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan desa? Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi mitra kerjasama, seperti sektor pendidikan dan swasta, dalam pengembangan Desa Digital. Bagaimana kolaborasi ini dapat ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih optimal? Ketiga, penelitian dapat menganalisis tantangan dan peluang dalam implementasi Desa Digital, terutama terkait dengan kesenjangan digital dan aksesibilitas teknologi. Bagaimana Desa Digital dapat menjangkau dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan marginal, dalam memanfaatkan layanan dan peluang yang ditawarkan?.

Read online
File size475.35 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test