UNMUHUNMUH
POLITICOPOLITICOPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh collaborative governance terhadap pembangunan jembatan di Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. Pembangunan infrastruktur jembatan di wilayah pedesaan sering terkendala oleh keterbatasan anggaran, minimnya dukungan teknis, serta kurangnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket tertutup berskala Likert, dan studi pustaka. Sampel sebanyak 92 responden ditentukan melalui teknik random sampling, dan data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip collaborative governance berada pada kategori “baik dengan nilai rata-rata persentase sebesar 73,14%, sementara pembangunan jembatan mendapat penilaian “sangat baik sebesar 82%. Uji regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,356, yang mengindikasikan bahwa 35,6% variasi dalam pembangunan jembatan dapat dijelaskan oleh variabel collaborative governance, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini diperkuat dengan nilai t hitung sebesar 7,057 dan significance value 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara collaborative governance terhadap pembangunan jembatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya tata kelola kolaboratif yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan dalam menunjang pembangunan infrastruktur desa.
Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi collaborative governance dalam pembangunan jembatan di Desa Marinding menunjukkan efektivitas yang cukup baik.Hal ini tercermin dari skor rata-rata yang tinggi pada beberapa indikator utama, seperti keterbukaan informasi pemerintah, kepemimpinan fasilitatif, dan desain kelembagaan.Namun, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih tergolong rendah, sehingga memerlukan perhatian khusus untuk meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara collaborative governance dan pembangunan jembatan, yang menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang menghambat partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model collaborative governance yang adaptif terhadap karakteristik unik setiap desa, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya lokal. Ketiga, penting untuk menginvestigasi peran teknologi informasi dan komunikasi dalam memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam pengelolaan infrastruktur desa, sehingga dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
| File size | 444.01 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Multi Mayaka Surabaya. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,Multi Mayaka Surabaya. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,
UNTADUNTAD Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan penataan PKL di pasar Masomba. Teori yang digunakan adalah Implementasi Kebijakan GeorgeTujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan penataan PKL di pasar Masomba. Teori yang digunakan adalah Implementasi Kebijakan George
UNTADUNTAD Results: Penelitian ini mengungkapkan bahwa MSDM dalam program ini belum optimal karena kurangnya perencanaan yang matang, proses rekrutmen yang tidakResults: Penelitian ini mengungkapkan bahwa MSDM dalam program ini belum optimal karena kurangnya perencanaan yang matang, proses rekrutmen yang tidak
UNTADUNTAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar pihak belum berjalan secara optimal, tantangan utamanya adalah komunikasi yang terbatas, kurangnyaHasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar pihak belum berjalan secara optimal, tantangan utamanya adalah komunikasi yang terbatas, kurangnya
UNTADUNTAD Data dikumpulkan melalui wawancara informan dan observasi dari pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Kecamatan Bahodopi, pemerintah desa Keurea, desaData dikumpulkan melalui wawancara informan dan observasi dari pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Kecamatan Bahodopi, pemerintah desa Keurea, desa
UNTADUNTAD The theory used is the transparency of village fund management from Kristianten (2006), with indicators of document availability and accessibility, clarityThe theory used is the transparency of village fund management from Kristianten (2006), with indicators of document availability and accessibility, clarity
UNTADUNTAD Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pengelolaanPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pengelolaan
UNTADUNTAD Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pegawai PDAM, anggota DPRD, dan masyarakat pelanggan, serta analisis dokumen perusahaan danData dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pegawai PDAM, anggota DPRD, dan masyarakat pelanggan, serta analisis dokumen perusahaan dan
Useful /
Tel-UTel-U Jeans adalah item fesyen yang telah diproduksi secara massal sejak awal abad ke-20, dimulai di Amerika Serikat. Produksi massal memberikan akses kepadaJeans adalah item fesyen yang telah diproduksi secara massal sejak awal abad ke-20, dimulai di Amerika Serikat. Produksi massal memberikan akses kepada
UNMUHUNMUH d. (2007). Pendekatan teori dynamic governance menggunakan dimensi capabiliities sebagai alat bantu dalam menganalisis program desa digital Metode penelitiand. (2007). Pendekatan teori dynamic governance menggunakan dimensi capabiliities sebagai alat bantu dalam menganalisis program desa digital Metode penelitian
UMNUMN Sebagaimana peneliti telah melakukan observasi awal ke lokasi yayasan, peneliti mendapatkan bahwa anak-anak berbagi peralatan makan yang sama. KondisiSebagaimana peneliti telah melakukan observasi awal ke lokasi yayasan, peneliti mendapatkan bahwa anak-anak berbagi peralatan makan yang sama. Kondisi
UMNUMN Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar 81,3% pada peserta setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan. Hal ini mengindikasikanHasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar 81,3% pada peserta setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan. Hal ini mengindikasikan