MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

SMA Batik 1 Surakarta berhasil mengembangkan program Adiwiyata meskipun memiliki ruang hijau terbatas. Di konteks perkotaan padat dengan minimal ruang terbuka, sekolah ini mampu membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghambat pendidikan lingkungan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, diperoleh data dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi guru dan siswa. Hasil menunjukkan bahwa sekolah menerapkan berbagai strategi inovatif dan kreatif, seperti taman vertikal dari botol plastik daur ulang, pemanfaatan air wudhu bekas untuk program eco-mapping setiap Jumat. Kegiatan ini melibatkan siswa secara aktif dalam merancang lingkungan sekolah dan upaya penghijauan, sejalan dengan prinsip partisipatif dan berkelanjutan di Adiwiyata serta memperkuat nilai karakter Pancasila siswa. Nilai-nilai lingkungan juga terintegrasikan dalam mata pelajaran seperti Biologi dan Sosiologi, serta diekstensikan ke masyarakat melalui distribusi biji tanaman. Anggota sekolah sebagai agen mampu menghasilkan dan mengembangkan struktur pendidikan lingkungan secara kreatif dan reflektif. Sukses program Adiwiyata tidak ditentukan oleh luas lahan, tetapi oleh sinergi antara agen dan struktur yang mendorong penciptaan budaya sekolah ekologis dan berkelanjutan. Penelitian ini menjadi referensi penting bagi sekolah perkotaan yang menghadapi tantangan serupa.

Penelitian di SMA Batik 1 Surakarta menunjukkan bahwa keterbatasan ruang hijau di lingkungan perkotaan tidak menghambat pengembangan program Adiwiyata.Sekolah ini berhasil mengoptimalkan program tersebut melalui inovasi kreatif seperti taman vertikal dari botol plastik daur ulang, pemanfaatan air wudhu bekas menjadi kolam ikan, dan pelaksanaan program eco-mapping yang melibatkan siswa secara aktif.Inovasi tersebut tidak hanya menjawab tantangan keterbatasan ruang, tetapi juga memperkuat nilai-nilai karakter Pancasila siswa melalui pembelajaran kontekstual.Meski menghadapi tantangan seperti waktu terbatas dan regenerasi kader lingkungan, semangat dan komitmen komunitas sekolah tetap tinggi.Sukses program Adiwiyata di SMA Batik 1 Surakarta tidak ditentukan oleh luas lahan, tetapi oleh komitmen serta keterlibatan semua warga sekolah dalam menjaga lingkungan dan inovasi yang dilakukan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan teknologi dalam program Adiwiyata, seperti penggunaan aplikasi digital untuk monitoring lingkungan sekolah. Studi tentang pengaruh kepemimpinan siswa dalam memotivasi partisipasi lingkungan juga relevan, terutama bagaimana keterlibatan siswa muda dapat mendorong perubahan budaya sekolah. Selain itu, penelitian tentang kebijakan pemerintah yang mendorong integrasi program Adiwiyata ke dalam kurikulum nasional akan memberikan wawasan tentang keberlanjutan program di sekolah perkotaan.

  1. Systematic Literature Review: Analisis Collaborative Governance Dalam Program Adiwiyata Sekolah | Jurnal... journal.unj.ac.id/unj/index.php/plpb/article/view/32857Systematic Literature Review Analisis Collaborative Governance Dalam Program Adiwiyata Sekolah Jurnal journal unj ac unj index php plpb article view 32857
  2. Menanamkan Literasi Lingkungan pada Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Spesific Program : Eco-Mapping... e-journal.lp3kamandanu.com/index.php/nuras/article/view/60Menanamkan Literasi Lingkungan pada Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Spesific Program Eco Mapping e journal lp3kamandanu index php nuras article view 60
Read online
File size295.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test