MANDALANURSAMANDALANURSA
JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)Insiden peretasan data BPJS Kesehatan pada tahun 2021 mengungkap permasalahan penting dalam pelaksanaan kebijakan keamanan siber di Indonesia, khususnya terkait efektivitas koordinasi antar lembaga. Penelitian ini meneliti bagaimana respons terhadap insiden dipengaruhi oleh kurangnya sinkronisasi antara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Direktorat Kejahatan Siber (Dittipidsiber) Unit Penyidikan Kriminal Polri, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mitigasi kebocoran data menjadi lebih sulit akibat fragmentasi tugas, tumpang tindih wewenang, dan tidak adanya protokol respons krisis terintegrasi; meskipun masing-masing lembaga memiliki tugas spesifik, kurangnya koordinasi menyebabkan respons yang lambat dan tidak efisien. Selain itu, kerentanan sistemik meningkat karena kebijakan sektoral tidak selaras dengan strategi nasional.
Kasus peretasan data BPJS Kesehatan pada tahun 2021 mengungkap masalah besar dalam pelaksanaan kebijakan keamanan siber di Indonesia, terutama terkait efektivitas kerjasama antar lembaga.Kurangnya koordinasi menyebabkan otoritas yang tumpang tindih, tugas yang tidak sinkron, serta sistem komunikasi dan respons yang tidak terintegrasi, sehingga proses mitigasi kebocoran data terhambat.Penelitian ini menyarankan pembentukan National Cyber Crisis Management Center yang mengintegrasikan fungsi teknis, hukum, regulasi, dan komunikasi publik, memperkuat wewenang koordinasi BSSN, serta mengadopsi pendekatan whole‑of‑government dan whole‑of‑society dalam kebijakan siber untuk meningkatkan ketahanan siber nasional.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi desain operasional National Cyber Crisis Management Center yang mampu mengkoordinasikan aspek teknis, hukum, dan komunikasi antar BSSN, Dittipidsiber, dan Kominfo, sehingga memperjelas peran masing‑masing lembaga dalam penanggulangan insiden siber. Selanjutnya, studi empiris dapat menguji dampak penerapan National Cyber Incident Response Protocol yang standar terhadap kecepatan dan efektivitas respons kebocoran data pada institusi sektor publik, khususnya dalam konteks kesehatan, guna mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan implementasinya. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki bagaimana pendekatan whole‑of‑government dan whole‑of‑society dapat meningkatkan ketahanan sistem data sektor kesehatan terhadap serangan siber, dengan memperhatikan partisipasi stakeholder, kesiapan sumber daya manusia, dan harmonisasi kebijakan lintas sektor, sehingga memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan.
| File size | 181.89 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Peserta didik dengan kemampuan moderat menunjukkan kekeliruan dalam menentukan pendekatan penyelesaian, sedangkan kelompok rendah mengalami hambatan dalamPeserta didik dengan kemampuan moderat menunjukkan kekeliruan dalam menentukan pendekatan penyelesaian, sedangkan kelompok rendah mengalami hambatan dalam
BPKBPK Realisasi nilai publik dalam audit kinerja tergantung pada keselarasan faktor internal dan eksternal, di mana adopsi alat TIK dasar oleh auditor dapatRealisasi nilai publik dalam audit kinerja tergantung pada keselarasan faktor internal dan eksternal, di mana adopsi alat TIK dasar oleh auditor dapat
ARIMSIARIMSI Jadi dapat disimpulkan bahawa e-modul etnomatematika berbasis model pembelajaran inqury adalah bahan ajar yang didalam nya terdapat unsur budaya dan padaJadi dapat disimpulkan bahawa e-modul etnomatematika berbasis model pembelajaran inqury adalah bahan ajar yang didalam nya terdapat unsur budaya dan pada
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh motivasi terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris KabupatenKepemimpinan tidak memoderasi pengaruh motivasi terhadap kinerja guru pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Cahaya Hati Pauhkambar Kec Nan Sabaris Kabupaten
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Metode yang digunakan adalah Structur Equation Modeling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS) 3. Dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 87 responden.Metode yang digunakan adalah Structur Equation Modeling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS) 3. Dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 87 responden.
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi SDM terhadap motivasi kerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel sistemTerdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi SDM terhadap motivasi kerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel sistem
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Dana Alokasi Umum (DAU), tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) melalui Belanja Daerah (BD) sebagai Variabel Intervening pada Provinsi SumateraDana Alokasi Umum (DAU), tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) melalui Belanja Daerah (BD) sebagai Variabel Intervening pada Provinsi Sumatera
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK (5) Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. (6) Return on Equity tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan.(5) Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. (6) Return on Equity tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan.
Useful /
PAPANDAPAPANDA Secara keseluruhan, bukti empiris menunjukkan bahwa intervensi berbasis TPACK berdampak positif signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik, kemampuanSecara keseluruhan, bukti empiris menunjukkan bahwa intervensi berbasis TPACK berdampak positif signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik, kemampuan
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Komunikasi kesehatan yang efektif sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu kesehatan, terutama di komunitas berbahasa Arab.Komunikasi kesehatan yang efektif sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu kesehatan, terutama di komunitas berbahasa Arab.
KPUKPU Dinamika pemilu menunjukkan bahwa jaringan sosial menjadi agen penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih, terutama melalui relasi kekerabatan danDinamika pemilu menunjukkan bahwa jaringan sosial menjadi agen penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih, terutama melalui relasi kekerabatan dan
KPUKPU Koefisien determinasi menyatakan polling mempengaruhi 30,5% terhadap opini pemilih pemula, sementara 69,5% dipengaruhi variabel lain. Pengaruh ini bervariasiKoefisien determinasi menyatakan polling mempengaruhi 30,5% terhadap opini pemilih pemula, sementara 69,5% dipengaruhi variabel lain. Pengaruh ini bervariasi