UGMUGM

Journal of Mechanical Design and TestingJournal of Mechanical Design and Testing

Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Gunung Wugul merupakan pembangkit listrik aliran sungai dengan Tanggal Operasi Komersial (COD) 3 Desember 2021 oleh PT PLN UP2D Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta. Penerapan budaya dan peraturan perusahaan untuk menjalankan operasional Unit Pembangkit seperti pengelolaan aset, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) memerlukan upaya yang tinggi. Sosialisasi dan implementasi terkait pengelolaan Unit Pembangkit harus dilakukan sampai ke tingkat yang paling bawah demi terwujudnya pengelolaan yang baik. Berfokus pada Operational Excellence yang dibangun dengan Metode Shingo House, elemen kepemimpinan organisasi fokus pada penerapan prinsip, sistem, dan alat untuk membangun faktor kinerja yang unggul dengan melakukan perbaikan terus-menerus. Implementasi G-Action Mobile mengoptimalkan teknologi digital dan mendukung program perusahaan yaitu transformasi digital untuk pengendalian operasi, pemeliharaan, keamanan, dan kegiatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara lebih efektif. Aplikasi G-Action Mobile dapat mendorong percepatan implementasi budaya perusahaan di lingkungan PLTMH Gunung Wugul hingga tercapainya faktor kapabilitas sebesar 67,16% dari target 33,60%, terbitnya SK Zero Accident, dan implementasi sistem manajemen keamanan yang cukup ketat untuk mendukung kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan kinerja unit dengan kondisi nyaman dan aman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan G-Action Mobile sebagai fasilitas pendukung operasi PLTMH Gunung Wugul memberikan dampak signifikan dalam implementasi budaya dan peraturan perusahaan, sehingga kinerja Unit Pembangkit menjadi lebih efektif dan maksimal.Data yang diperoleh dari implementasi transformasi digital melalui aplikasi G-Action di PLTMH Gunung Wugul menunjukkan peningkatan kinerja operasional yang melampaui target.Laporan produksi listrik menunjukkan capaian yang melebihi target, dengan faktor kemampuan (Capability Factor) mencapai 67,16% dari target 33,60%.Penerbitan SK Zero Accident juga menjadi bukti implementasi SMK3 yang mendukung keunggulan operasional.Selain mendukung proses operasi dan pemeliharaan, aplikasi G-Action juga efektif dalam membangun budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan penerbitan SK Zero Accident, sehingga budaya SMK3 dapat berjalan dengan baik.Pengembangan aplikasi G-Action mobile akan terus dilakukan untuk meningkatkan fitur dan aplikasi ini akan diterapkan di semua Sub Unit Mrica PGU.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: 1. Menganalisis dampak penerapan G-Action Mobile terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional Unit Pembangkit. 2. Mengevaluasi efektivitas sistem manajemen keamanan (SMP) dan sistem manajemen kesehatan kerja (SMK3) dalam mendukung keunggulan operasional, serta mengidentifikasi area perbaikan. 3. Mengembangkan fitur-fitur baru pada aplikasi G-Action Mobile yang dapat meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar tim operasi, pemeliharaan, dan keamanan, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses kerja.

  1. Operational Excellence of Hydro Power Plant With “G-Action Mobile” | Erawan | Journal of... doi.org/10.22146/jmdt.85642Operational Excellence of Hydro Power Plant With AuG Action MobileAy Erawan Journal of doi 10 22146 jmdt 85642
Read online
File size1.12 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test