STAIBSLLGSTAIBSLLG

Prodising ISIDProdising ISID

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di MTs Mazroillah Lubuklinggau. Internalisasi nilai moral dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru dapat menyusun rencana pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dengan memasukkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan materi pelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru dapat menerapkan nilai moral dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan materi. Sementara pada tahap penilaian, guru dapat menggunakan kuesioner atau lembar observasi untuk menilai nilai-nilai moral yang tertanam pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa nilai-nilai moral siswa yang diinternalisasi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial adalah disiplin, ramah/komunikatif, dan nilai-nilai demokratis, serta secara keseluruhan telah diinternalisasi pada siswa sebesar 95,7% dengan interpretasi internalisasi Baik.

Internalisasi nilai moral siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dapat dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan dan metode pembelajaran nilai, serta penilaian yang berorientasi pada nilai moral yang diinternalisasi.Nilai-nilai moral yang diinternalisasi pada siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial meliputi disiplin, ramah/komunikatif, dan demokratis.Secara keseluruhan, internalisasi nilai moral pada siswa tergolong baik dengan presentase 95,7%.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana efektivitas masing-masing metode pembelajaran nilai, seperti pendekatan klarifikasi nilai atau pembelajaran berbasis aksi, dalam menginternalisasi nilai disiplin, komunikatif, dan demokratis di kelas yang berbeda atau jenjang pendidikan lain. Kedua, penting untuk meneliti peran guru sebagai model teladan dalam proses internalisasi nilai moral, termasuk bagaimana sikap, perilaku, dan interaksi sehari-hari guru secara langsung memengaruhi penanaman nilai pada siswa di luar jam pelajaran formal. Ketiga, diperlukan penelitian lanjutan yang menguji pengaruh kombinasi antara perencanaan pembelajaran berbasis nilai, metode pembelajaran aktif, dan penilaian non-akademik terhadap perkembangan jangka panjang karakter siswa, terutama dalam konteks sekolah berbasis agama seperti MTs. Penelitian semacam ini dapat membantu menyusun kerangka pembelajaran yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter moral siswa.

  1. #peran guru#peran guru
  2. #pola asuh#pola asuh
Read online
File size169.27 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-33r
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test