STAI YPBWISTAI YPBWI
Jurnal Studi Pendidikan DasarJurnal Studi Pendidikan DasarImplementasi pendidikan karakter menjadi penting dalam mewujudkan visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Tantangan pembentukan karakter saat ini meliputi krisis moral dan etika akibat kemajuan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangatlah penting dibangun sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebijakan pendidikan karakter yang diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan lima tahapan: menemukan literatur yang relevan dengan topik penelitian, evaluasi terhadap sumber-sumber literatur, identifikasi tema dan kesenjangan antara teori, pembuatan struktur garis besar dalam penyusunan literatur, serta penyusunan ulasan literatur yang mengikuti format standar penulisan naskah akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang meliputi keterlibatan aktif dari guru, orang tua, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter siswa.
Pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, dengan melahirkan generasi yang berkarakter mulia dan siap berkontribusi bagi bangsa.Pembentukan karakter peserta didik berpusat pada pendidikan agama, pancasila, budaya dan nasional.Generasi emas akan mencetak kualitas insan yang unggul di masa depan, membangun generasi emas dengan pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk menggali persepsi dan pengalaman guru, orang tua, dan siswa terkait implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar, guna memahami faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Kedua, penelitian kuantitatif dengan skala besar dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas berbagai model pendidikan karakter terhadap perkembangan moral dan perilaku siswa, serta mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi. Ketiga, penelitian aksi partisipatif dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan program pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan, serta mengevaluasi dampaknya secara berkala. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia dan mewujudkan Generasi Emas 2045 yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.
| File size | 475.81 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Kondisi ini menuntut guru untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas agar pembelajaran tetap bermakna. Untuk menjawab permasalahanKondisi ini menuntut guru untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas agar pembelajaran tetap bermakna. Untuk menjawab permasalahan
LP3MZHLP3MZH Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan berbasis NLP, hypnosis, deep learning, perceptual position, 4Mat System, dan behavior flexibility berhasilKegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan berbasis NLP, hypnosis, deep learning, perceptual position, 4Mat System, dan behavior flexibility berhasil
UNISAPUNISAP Sintesis temuan memperlihatkan bahwa keberhasilan penerapan tidak hanya dipengaruhi kompetensi pedagogik guru, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaanSintesis temuan memperlihatkan bahwa keberhasilan penerapan tidak hanya dipengaruhi kompetensi pedagogik guru, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi utama yang harus melekat pada sosok seorang guru agar mampu mengelola pembelajaran secara profesional. BerdasarkanKompetensi pedagogik merupakan kompetensi utama yang harus melekat pada sosok seorang guru agar mampu mengelola pembelajaran secara profesional. Berdasarkan
UINSYAHADAUINSYAHADA Faktor internal terbagi menjadi faktor fisiologi dan faktor psikologi yang meliputi perhatian, tanggapan, ingatan, minat serta motivasi. Selanjutnya faktorFaktor internal terbagi menjadi faktor fisiologi dan faktor psikologi yang meliputi perhatian, tanggapan, ingatan, minat serta motivasi. Selanjutnya faktor
UINSYAHADAUINSYAHADA Pada saat Pra-siklus persentase rata-rata yakni 65% sebelum dilakukan tindakan. Kemudian dilakukan tindakan pada siklus I nilai perserntase rata-rata meningkatPada saat Pra-siklus persentase rata-rata yakni 65% sebelum dilakukan tindakan. Kemudian dilakukan tindakan pada siklus I nilai perserntase rata-rata meningkat
IAI MBIMAIAI MBIMA Ulasan positif dan keterlibatan di media sosial meningkatkan citra brand UMKM secara signifikan. Hasil ini mencerminkan bahwa literasi teknologi menjadiUlasan positif dan keterlibatan di media sosial meningkatkan citra brand UMKM secara signifikan. Hasil ini mencerminkan bahwa literasi teknologi menjadi
SEMBILANPEMUDASEMBILANPEMUDA Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat pengaruh variabel supervisi kepala sekolah terhadapJenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat pengaruh variabel supervisi kepala sekolah terhadap
Useful /
UINSIUINSI Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan variasi praktik guru PAUD dalam penerapan Project Based Learning (PjBL) untuk pembelajaran bahasa Inggris,Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan variasi praktik guru PAUD dalam penerapan Project Based Learning (PjBL) untuk pembelajaran bahasa Inggris,
UINSYAHADAUINSYAHADA Perkembangan psikologi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) merupakan aspek yang sangat penting dalam pembentukan dasar pendidikanPerkembangan psikologi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) merupakan aspek yang sangat penting dalam pembentukan dasar pendidikan
UINSYAHADAUINSYAHADA Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 55% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%; indikator keberhasilanHasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 55% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%; indikator keberhasilan
UINSIUINSI Membangun 3R sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak,Membangun 3R sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak,