UINSIUINSI

BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal

Pembiasaan sederhana mengklasifikasikan sampah sesuai jenisnya, membuang sampah pada tempatnya, mengambil sampah yang dilihat di sekitar akan membentuk karakter cinta lingkungan pada anak. Di TK Nasional KPS ikut berupaya mengurangi sampah dengan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Penerapan 3R dilakukan sebagai kegiatan pembiasaan untuk anak. Berdasarkan grafik pengamatan pada hari 1- 41, hari ke 2-40, hari ke 3-44 hari ke 4-42, hari ke 5-43. Konsistensi anak membawa botol dari rumah sudah tampak dan hal ini menjadi budaya sekolah. Berdasarkan pengamatan pada setiap kelas, anak-anak sudah mengerti cara membuang sampah yang benar. Anak sudah memiliki pemahaman untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah. Membangun 3R sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak, kemudian menjadi contoh bagi anak. Sebaiknya untuk menerapkan 3R di sekolah guru diperlukan dukungan dari warga sekolah dan orang tua murid.

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Membangun 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak, yang kemudian menjadi contoh bagi anak.Upaya lainnya, melalui kegiatan sosialisasi penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan mengulang dan melakukannya dalam kegiatan sehari-hari dalam kegiatan pembelajaran seperti.mengajak anak operasi semut, melakukan daur ulang sampah, menjadikan sampah sebagai bahan ajar dan kegiatan lainnya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas penerapan 3R dalam jangka panjang terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak usia dini. Hal ini penting untuk mengetahui apakah kebiasaan yang terbentuk di taman kanak-kanak dapat bertahan dan berkembang seiring bertambahnya usia anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik untuk memperkenalkan konsep 3R kepada anak-anak. Penggunaan media pembelajaran yang interaktif, seperti permainan edukatif atau cerita bergambar, dapat meningkatkan minat dan pemahaman anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran serta orang tua dalam mendukung penerapan 3R di rumah. Melibatkan orang tua dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dapat memperkuat nilai-nilai lingkungan yang ditanamkan di sekolah dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

  1. PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN DAN KETELADANAN | Jurnal Pendidikan... journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/view/17707PENGEMBANGAN NILAI NILAI KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN DAN KETELADANAN Jurnal Pendidikan journal uny ac index php jpa article view 17707
  2. Implementasi Pendidikan Multikutural Berbasis Teknologi Dalam Menghadapi Era Society 5.0 | EDUCASIA:... Doi.Org/10.21462/Educasia.V7i3.131Implementasi Pendidikan Multikutural Berbasis Teknologi Dalam Menghadapi Era Society 5 0 EDUCASIA Doi Org 10 21462 Educasia V7i3 131
  3. Pengembangan Literasi Lingkungan untuk Membangun Sekolah Sehat dan Hijau di SD Negeri 01 Kenukut Kecamatan... abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/243Pengembangan Literasi Lingkungan untuk Membangun Sekolah Sehat dan Hijau di SD Negeri 01 Kenukut Kecamatan abdidas index php abdidas article view 243
Read online
File size705.39 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test