UIN MALANGUIN MALANG

JIAJIA

Desa Serule merupakan permukiman Islam tertua yang berasal dari abad ke-17 selama Kesultanan Aceh dan dikategorikan sebagai Desa Warisan Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi konsep perlindungan/ pertahanan dalam pola permukiman vernakular awal Desa Serule, (2) menganalisis interpretasi simbolis dan nilai-nilai Islam dalam pengaturan permukiman vernakular Serule, serta (3) mengeksplorasi harmonisasi konsep pertahanan dengan prinsip kosmologi agama Islam dalam wujud permukiman vernakular Serule. Metode kualitatif deskriptif digunakan bersama teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan tinjauan literatur. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi Desa Serule menekankan pentingnya melindungi makhluk hidup dan faktor hidrologis untuk menghindari banjir. Komposisi ruang fungsional linear menggambarkan sistem zonasi yang mencakup lahan pertanian dan kuburan (profane), desa (semi-profane), Masjid Nurul Iman (area pusat), serta taman dan pegunungan (sakral). Penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi elemen lingkungan dan karakteristik lingkungan membuktikan harmonisasi antara kebutuhan perlindungan fisik (konsep pertahanan) dan nilai-nilai Islam yang terdapat di permukiman Desa Serule. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teori vernakular terkait konsep pertahanan dan nilai-nilai agama Islam.

Permukiman Desa Serule dipengaruhi oleh karakteristik geografis antara area Linge dan wilayah Gunung Kra selama proses migrasi masyarakat dari Kesultanan Islam abad ke-13 hingga ke-15 M.Jalur masuk desa dari timur mengikuti aliran sungai menuju area Gunung Kra menunjukkan bahwa jalur tersebut adalah jalur ideal pada masa lalu.Wilayah pertanian masyarakat berada di antara area Linge dan Desa Serule.Dalam pengembangan rencana tata ruang area Desa Serule, beberapa aspek penting dipertimbangkan yaitu (1) karakteristik landscape terbuka ke timur mempengaruhi tata ruang dan zoning, serta sumbu sirkulasi utama dalam desa yang sebelumnya menggunakan halaman terbuka.Pengaruh matahari pagi terhadap sisi timur desa memberikan nilai positif bagi desa dalam hal sirkulasi udara dan paparan sinar matahari, yang bermanfaat bagi kesehatan dan pengeringan hasil pertanian.(2) Potensi Gunung Kra ke barat memperkuat keberadaan desa secara spiritual dan fisik.(3) Posisi rumah di lereng dengan zona buffer mencerminkan konsep perlindungan secara fisik dan spiritual.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim terhadap sistem pertahanan tradisional di permukiman vernakular seperti Desa Serule, dengan fokus pada adaptasi terhadap risiko banjir dan erosi tanah. 2. Studi tentang peran kosmologi agama Islam dalam merancang tata ruang perkotaan modern, khususnya bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan. 3. Penelitian komparatif antara Desa Serule dengan permukiman tradisional lain di Indonesia untuk mengidentifikasi pola umum dalam pengelolaan ruang sakral dan profane, serta bagaimana nilai lokal dipertahankan dalam konteks modernisasi.

  1. HARMONISASI SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ISLAMI DALAM MASYARAKAT TANÈAN LANJÂNG MADURA... doi.org/10.36769/asy.v23i2.264HARMONISASI SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ISLAMI DALAM MASYARAKAT TANyOAN LANJyCNG MADURA doi 10 36769 asy v23i2 264
  2. Kajian Karakteristik Lanskap Umah Pitu Ruang (UPR) Umah Edet Reje Baluntara di Desa Toweren Uken Kecamatan... doi.org/10.29244/jli.v15i2.44561Kajian Karakteristik Lanskap Umah Pitu Ruang UPR Umah Edet Reje Baluntara di Desa Toweren Uken Kecamatan doi 10 29244 jli v15i2 44561
  3. Validation request. validation request user required continue doi.org/10.20961/arst.v21i2.76551Validation request validation request user required continue doi 10 20961 arst v21i2 76551
Read online
File size1.44 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test