UIN MALANGUIN MALANG

JIAJIA

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perilaku dan pergerakan jamaah selama Salat ritual dan kegiatan non-Salat di ruang masjid. Studi ini berfokus pada Masjid Al-Lathiif di Bandung, yang dikenal dengan komunitas pemuda yang dinamis dan terlibat dalam berbagai kegiatan aktif. Metode penelitian meliputi identifikasi indikator keberlanjutan sosial melalui studi literatur, pemetaan perilaku jamaah dan pemanfaatan ruang masjid selama Salat dan non-Salat, penyebaran kuesioner terkait indikator keberlanjutan sosial, dan penarikan kesimpulan mengenai penerapan konsep keberlanjutan sosial di ruang masjid. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan sosial secara optimal tercapai melalui fleksibilitas ruang di masjid.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan sosial di masjid sangat terkait dengan kegiatan yang difasilitasi masjid.Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial.Masjid yang didominasi oleh komunitas pemuda idealnya menyediakan ruang yang sesuai untuk kegiatan keagamaan dan sosial.Hasil pemetaan perilaku menunjukkan adanya dinamika spasial, terutama selama kegiatan Itikaf di bulan Ramadan, di mana ruang profan dapat berubah menjadi sakral dan sebaliknya.Fleksibilitas ruang masjid memungkinkan adaptasi terhadap kebutuhan utama dan sekunder, tergantung pada waktu dan kegiatan yang berlangsung.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana desain interior masjid dapat lebih mendukung interaksi sosial dan menciptakan rasa komunitas yang lebih kuat, terutama di kalangan generasi muda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan indikator keberlanjutan sosial yang lebih spesifik dan terukur, yang dapat digunakan sebagai panduan dalam perencanaan dan desain masjid di masa depan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana masjid dapat berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan masjid dapat menjadi pusat kegiatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

  1. ENLIVENING THE MOSQUE AS A PUBLIC SPACE FOR SOCIAL SUSTAINABILITY OF TRADITIONAL MALAY SETTLEMENTS |... doi.org/10.21837/pm.v18i12.750ENLIVENING THE MOSQUE AS A PUBLIC SPACE FOR SOCIAL SUSTAINABILITY OF TRADITIONAL MALAY SETTLEMENTS doi 10 21837 pm v18i12 750
  2. Assessing Social Sustainability for Achieving Sustainable Architecture. assessing social achieving sustainable... mdpi.com/2071-1050/13/1/142Assessing Social Sustainability for Achieving Sustainable Architecture assessing social achieving sustainable mdpi 2071 1050 13 1 142
Read online
File size2.99 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test