IAISUMBARIAISUMBAR
International Journal of ResearchInternational Journal of ResearchKalimat istifham tidak selamanya diartikan sebagai kalimat pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Namun sebaliknya, kalimat tanya bisa beralih fungsi menjadi kalimat perintah, kalimat berita dan kalimat larangan. Dalam ilmu balagah, kalimat tanya seperti ini masuk dalam klasifikasi kalimat istifham majazi. Hal yang menjadi polemik dalam dunia akademik ketika ilmu balaghah tidak bisa menjelaskan perubahan fungsi kalimat dengan lebih jelas, hanya sekedar memberikan teori bila ada partikel kalimat tanya seperti kata hamzah (َ ا) atau hal (َ ل ه) dalam suatu ayat. Oleh sebab itu, tulisan ini ingin menggali lebih detail lagi penyebab pengalihfungsian kalimat istifham dengan metode semiotika Peirce. Di mana konsep semiotika Peirce merupakan proses penafsiran yang berasal dari proses semiosis objek dan representament yang nantinya akan menghasilkan interpretant. Dengan konsep semiotika Peirce, tulisan ini fokus untuk menggali interpretant dari kalimat istifham pada QS. At-Tin ayat 8. Dengan menggunakan studi kepustakaan, dan analisis-deskriptif hasil penelitian ini menunjukkan, QS. At-Tin ayat 8 sebagai salah satu contoh kalimat istifham bila dikaji dengan teori semiotika Peirce akan mendapati tiga interpretasi, pertama, kalimat istifham pada ayat tersebut termasuk dalam kalimat tanya konfirmasi yang sifatnya potensial yang masih menunggu konfirmasi dari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Kedua, kalimat istifham termasuk dalam istifham majazi yang memberikan makna pernyataan dan sifatnya faktual, kefaktualannya sudah diakui dalam ilmu balaghah, dan Ketiga, sebagai penegasan bahwa hakim dan keadilan yang paling adil didapati dari Allah Swt, di mana hal ini bersifat konvensional yang didapati dari proses semiosis objek dan representament ayat-ayat sebelumnya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat istifham dalam QS.At-Tin ayat 8 memiliki tiga lapis makna ketika dianalisis menggunakan teori semiotika Peirce.Pertama, kalimat tersebut dipahami sebagai pertanyaan potensial yang masih menunggu konfirmasi dari realitas yang mungkin terjadi.Kedua, kalimat ini termasuk dalam kategori istifham majazi yang beralih fungsi menjadi pernyataan faktual, yang telah diakui dalam ilmu balagah.Ketiga, kalimat tersebut merupakan penegasan bahwa keadilan tertinggi hanya berasal dari Allah Swt, yang merupakan hasil interpretasi konvensional dari proses semiosis ayat-ayat sebelumnya.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang mengandung kalimat istifham majazi menggunakan kerangka semiotika Peirce secara sistematis, guna melihat apakah pola interpretasi tiga lapis seperti dalam QS. At-Tin ayat 8 juga muncul di surah lain. Kedua, diperlukan studi komparatif antara pendekatan semiotika Peirce dan teori balagah tradisional dalam menjelaskan perubahan fungsi kalimat, untuk menilai kelengkapan, keunggulan, dan keterbatasan masing-masing pendekatan dalam konteks tafsir linguistik. Ketiga, sebaiknya dikembangkan model analisis semiotika yang terstruktur dan dapat direplikasi untuk teks-teks keagamaan, dengan mengintegrasikan objek, representamen, dan interpretan secara operasional, sehingga metode ini dapat digunakan secara luas oleh peneliti dalam kajian tafsir modern. Penelitian-penelitian tersebut akan memperdalam pemahaman kita tentang cara kerja bahasa dalam konteks wahyu, memperkaya metode tafsir, dan membuka jalan bagi pendekatan interdisipliner yang lebih kokoh antara linguistik, filsafat, dan ilmu tafsir.
| File size | 588.88 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Metode penulisan tafsir yang selama ini berkembang ialah ijmali (umum), maudhui (tematik), tahlili (terperinci) dan muqoran (perbandingan). Dalam perkembangannyaMetode penulisan tafsir yang selama ini berkembang ialah ijmali (umum), maudhui (tematik), tahlili (terperinci) dan muqoran (perbandingan). Dalam perkembangannya
STIQ ALMULTAZAMSTIQ ALMULTAZAM Setiap surah memiliki amud surah (tema sentral) yang mengintegrasikan seluruh isi surah dan mengendalikan penafsirannya. Dalam tafsir Surah Al-Mursalat,Setiap surah memiliki amud surah (tema sentral) yang mengintegrasikan seluruh isi surah dan mengendalikan penafsirannya. Dalam tafsir Surah Al-Mursalat,
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Temuan juga mengindikasikan bahwa maqāṣid al‑sharīʿah berfungsi tidak hanya sebagai referensi normatif tetapi sebagai instrumen evaluatif kritisTemuan juga mengindikasikan bahwa maqāṣid al‑sharīʿah berfungsi tidak hanya sebagai referensi normatif tetapi sebagai instrumen evaluatif kritis
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Penelitian ini menunjukkan bagaimana pergolakan politik, gerakan sosial, kemajuan teknologi, dan pergeseran budaya secara terus-menerus membentuk ekspresiPenelitian ini menunjukkan bagaimana pergolakan politik, gerakan sosial, kemajuan teknologi, dan pergeseran budaya secara terus-menerus membentuk ekspresi
IAIN MADURAIAIN MADURA Temuan menunjukkan bahwa meskipun hukum fiqh Islam mengizinkan wali untuk mengatur pernikahan di bawah umur dalam kondisi tertentu, ijbār sering disalahgunakanTemuan menunjukkan bahwa meskipun hukum fiqh Islam mengizinkan wali untuk mengatur pernikahan di bawah umur dalam kondisi tertentu, ijbār sering disalahgunakan
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Artikel ini mengulas mengenai alasan harta kepemilikan orang tua terbagi di awal sebelum adanya kematian di Kec. Binuang Kab. Polewali Mandar. PenelitianArtikel ini mengulas mengenai alasan harta kepemilikan orang tua terbagi di awal sebelum adanya kematian di Kec. Binuang Kab. Polewali Mandar. Penelitian
ALJAMIAHALJAMIAH Intensitas kesalehannya terus meningkat, tetapi bagian yang lebih penting adalah tercernhkan melalui panclangan spiritual yang dihasilkan dari praktik-praktikIntensitas kesalehannya terus meningkat, tetapi bagian yang lebih penting adalah tercernhkan melalui panclangan spiritual yang dihasilkan dari praktik-praktik
ALJAMIAHALJAMIAH Islam Rasional menawarkan pendekatan interaksi dialektis antara Islam dan pemikiran rasional yang saling memperkuat validitas dan otentisitas masing-masing.Islam Rasional menawarkan pendekatan interaksi dialektis antara Islam dan pemikiran rasional yang saling memperkuat validitas dan otentisitas masing-masing.
Useful /
POLMEDPOLMED Penelitian ini mengembangkan metode mekanik kuantitatif untuk mengkarakterisasi kerenyahan pada makanan kering menggunakan uji kompresi uniaxial multi-spesimenPenelitian ini mengembangkan metode mekanik kuantitatif untuk mengkarakterisasi kerenyahan pada makanan kering menggunakan uji kompresi uniaxial multi-spesimen
JIECRJIECR Respons dosen juga cenderung positif dengan rata‑rata praktikabilitas 91,67 %, meskipun aspek tampilan visual masih perlu perbaikan. Kontribusi utamaRespons dosen juga cenderung positif dengan rata‑rata praktikabilitas 91,67 %, meskipun aspek tampilan visual masih perlu perbaikan. Kontribusi utama
JIECRJIECR Kesimpulannya menegaskan pentingnya kesopanan bahasa sebagai alat untuk memelihara harmoni, mencegah konflik, dan mempromosikan inklusivitas dalam konteksKesimpulannya menegaskan pentingnya kesopanan bahasa sebagai alat untuk memelihara harmoni, mencegah konflik, dan mempromosikan inklusivitas dalam konteks
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Mereka adalah anak Daeng Rilakka, keturunan La Maddusila, Raja Luwu di tanah Bugis. Silsilah mereka disebutkan dalam sumber-sumber Melayu, termasuk TuhfatMereka adalah anak Daeng Rilakka, keturunan La Maddusila, Raja Luwu di tanah Bugis. Silsilah mereka disebutkan dalam sumber-sumber Melayu, termasuk Tuhfat