IAISUMBARIAISUMBAR

International Journal of ResearchInternational Journal of Research

Keyakinan kaum orientalis terhadap Al-Quran sebagai produk intervensi manusia menjadi salah satu latar belakang para pemerhati Islam di Barat mengkaji Al-Quran. Kemudian perang salib yang berlangsung antara 1095 sampai 1291, juga menjadi sebab timbulnya pergesekan politik dan agama antara Kristen Barat di Palestina dan Islam, sehingga berdampak pada semangat apologetik Kristiani serta ketertarikan mereka untuk menerjemahkan Al-Quran dalam rangka mencoba menggulingkan Islam dengan sanggahan dan kebencian terhadap Al-Quran. penulis berfokus kepada analisis sejarah munculnya kaum orientalisme hingga proses penerjemahan Al-Quran yang mencakup pada periodesisasi terjemahan hingga perkembangan metode terjemah Al-Quran dari waktu ke waktu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan model penelitian library research dengan menggunakan sumber data berupa buku, ensiklopedia, kamus, dan sejenisnya. Hasil dari peneltian ini menunjukkan bahwa pengkajian islam kaum orientalis dalam membuat terjemahan Al-Quran diawali oleh misi kristenisasi dengan tujuan melakukan penghinaan terhadap Al-Quran. Namun seiring dengan perkembangan zaman, penterjemahan Al-Quran beralih pendekatan menjadi lebih ilmiah, kritis dan objektif. Sehingga sebagian dari hasil penelitian mereka juga memberikan sumbangsih terhadap Islam.

Upaya orientalis dalam menerjemahkan Al‑Quran dilandasi misi kristenisasi yang bertujuan menghina Al‑Quran, melemahkan ajaran Islam, dan menonjolkan keunggulan Al‑Alkitab.Perkembangan gerakan orientalisme memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan dunia Islam.Dengan mempelajari orientalisme, umat Islam dapat memahami pola pikir orientalis, melakukan kritik yang tepat, dan mengembangkan ilmu Islam serta menolak upaya penghinaan terhadap ajaran Islam.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti perangkat lunak analisis bahasa dan kecerdasan buatan, memengaruhi akurasi serta objektivitas terjemahan Al‑Quran yang dilakukan oleh orientalis, sehingga dapat mengidentifikasi potensi perbaikan metodologis dalam era modern. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif yang menelaah penerimaan terjemahan Quran orientalis di kalangan umat Islam di berbagai wilayah geografis, misalnya antara komunitas di Asia Tenggara, Afrika Utara, dan Timur Tengah, untuk memahami dampak budaya dan konteks sosial terhadap persepsi terhadap terjemahan tersebut. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh perspektif pascakolonial terhadap reinterpretasi metode terjemahan orientalis, dengan menelusuri bagaimana pemikiran kritis pascakolonial dapat menawarkan pendekatan baru yang lebih seimbang antara keilmuan Barat dan nilai-nilai Islam. Dengan menggabungkan tiga arah kajian ini, diharapkan dapat memperkaya literatur tentang sejarah translasi Quran, meningkatkan kualitas terjemahan masa kini, dan memberi kontribusi nyata bagi dialog inter‑kultural serta pemahaman yang lebih mendalam tentang warisan orientalisme dalam kajian Islam.

  1. #dunia islam#dunia islam
  2. #nilai islam ekspektasi#nilai islam ekspektasi
Read online
File size538.55 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-1Va
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test