IAISUMBARIAISUMBAR

International Journal of ResearchInternational Journal of Research

Tulisan ini akan mengungkap dasar epistemologis pandangan Patricia Crone yang menganggap Mekkah bukan sebagai pusat perdagangan internasional dan tempat penyebaran Al-Quran. Riset ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan sumber data yang bersifat dokumen atau yang disebut juga studi pustaka (library research). Hasil dari penelitian bahwa kajian Patricia Crone tersebut mengisyaratkan 3 aspek yang berbeda dalam mengkaji orisinalitas kronologi turunnya Al-Quran. Pertama, secara skeptis, Crone mengisyaratkan kronologi turunnya Al-Quran lebih sesuai disematkan turun di Iraq daripada di Makkah. Kedua, Pemikirannya yang demikian diperoleh dari sumber-sumber non-muslim yang akhirnya menjabarkan pemikiran yang kontradiktif yang berbanding terbalik dengan golongan surah Quran Makkiyah dan Madaniyah. Ketiga, Situasi sosial saat al-Quran diturunkan juga tidaklah pada masyarakat primitif, sebagaimana gambaran umum versi mazhab Tradisionalis, tetapi masyarakat yang sudah lebih maju, lebih filosofis dan sophisticated. Penelitian ini memerlukan penyempurnaan dan diharapkan dapat memberikan pandangan yang baru dalam penelitian mendatang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran tidak muncul dalam ruang dan waktu yang kosong, melainkan dalam masyarakat dengan nilai-nilai budaya dan agama yang beragam.Hasil kajian Patricia Crone mengindikasikan tiga poin penting.skeptisisme terhadap kronologi turunnya Al-Quran di Mekkah, penggunaan sumber-sumber non-Muslim yang menghasilkan pemikiran kontradiktif terhadap pengelompokan surah Makkiyah dan Madaniyah, serta pandangan bahwa masyarakat saat Al-Quran diturunkan lebih maju dan filosofis daripada yang digambarkan dalam mazhab Tradisionalis.Penelitian ini memerlukan penyempurnaan dan diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam studi Al-Quran.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara sumber-sumber Muslim tradisional dan non-Muslim dalam merekonstruksi kronologi Al-Quran, dengan fokus pada identifikasi bias dan interpretasi yang berbeda. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi konteks sosial, politik, dan intelektual di Irak pada masa awal Islam, untuk melihat apakah lingkungan tersebut lebih sesuai dengan karakteristik awal Al-Quran seperti yang dikemukakan oleh Crone. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut implikasi dari pandangan Crone terhadap pemahaman tentang konsep kenabian, wahyu, dan otentisitas Al-Quran dalam tradisi Islam, serta bagaimana pandangan ini dapat memengaruhi dialog antaragama dan studi lintas budaya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan nuansa tentang asal-usul dan perkembangan Al-Quran, serta berkontribusi pada wacana akademik yang lebih terbuka dan kritis.

  1. Pendekatan Tradisionalis dan Revisionis dalam Kajian Sejarah Pembentukan Al-Qur’an dan Tafsir pada... journal.uinjkt.ac.id/index.php/journal-of-quran-and-hadith/article/view/2286Pendekatan Tradisionalis dan Revisionis dalam Kajian Sejarah Pembentukan Al QurAoan dan Tafsir pada journal uinjkt ac index php journal of quran and hadith article view 2286
  1. #mawardi muhammad#mawardi muhammad
  2. #patricia crone#patricia crone
Read online
File size538.84 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-1V5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test