UNIVERSITASMBOJOBIMAUNIVERSITASMBOJOBIMA

Jurnal Komunikasi dan KebudayaanJurnal Komunikasi dan Kebudayaan

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi BPJS Kesehatan Bima dalam Menyosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui strategi komunikasi BPJS Kesehatan Bima dalam Menyosialisasikan program JKN; (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi BPJS Kesehatan Bima dalam Menyosialisasikan program JKN. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2 bulan yaitu bulan Maret - Mei 2014, berlokasi di BPJS Kesehatan Bima. Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga orang informan yaitu Bapak Sakarias Rewa (Bagian Umum kantor BPJS Bima); Ibu Lusi Wardani (Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan); Siti Nuraini (masyarakat pengguna kartu JKN asal Penaraga); Abdullah (masyarakat pengguna kartu JKN asal Penaraga); Faqih (masyarakat pengguna kartu JKN asal Penaraga). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan Bima telah melaksanakan beberapa langkah dalam merumuskan strategi komunikasi sosialisasi, mulai dari mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metode hingga seleksi dan penggunaan media. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam sosialisasi program JKN ada beberapa hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung tidak lain berasal dari pemerintah pusat, instansi pemerintah yang diikat kerja sama, dukungan dari perusahaan peserta kolektif, dukungan dari sarana dan prasarana, serta SDM yang ada. Sementara dari segi penghambatnya ada beberapa faktor, yaitu penyusunan jadwal sosialisasi, jarak demografi, komplain dari peserta dan adanya disonansi dari peserta eks PT Askes, eks Jamsostek, serta Jamkesmas.

BPJS Kesehatan Bima telah melaksanakan strategi komunikasi sesuai konsep strategi komunikasi Anwar Arifin untuk komunikasi yang efektif.Strategi tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada instansi pemerintah dan penyedia layanan kesehatan.Faktor pendukung sosialisasi berasal dari pemerintah pusat, sarana prasarana, dan sumber daya manusia, sementara faktor penghambat meliputi jadwal sosialisasi, jarak geografis, serta keluhan peserta mantan peserta PT Askes, Jamsostek, dan Jamkesmas.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas media lokal, seperti koran Bima Ekspres dan radio Bima FM, dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang program JKN dibandingkan media nasional, untuk menilai apakah strategi komunikasi berbasis lokal lebih efisien. Kedua, penting untuk mengevaluasi peran tokoh agama dan tokoh masyarakat (Toga-Toma) dalam memengaruhi keputusan masyarakat bergabung dengan JKN, sehingga dapat dikembangkan strategi komunikasi yang lebih melibatkan kepercayaan sosial dan struktur komunitas setempat. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana perbedaan pendekatan pesan terhadap peserta PBI dan non-PBI berdampak pada tingkat partisipasi dan kepuasan, agar strategi komunikasi bisa lebih terpersonalisasi dan sesuai dengan karakteristik ekonomi-sosial masing-masing kelompok. Penelitian-penelitian ini akan membantu menyempurnakan sosialisasi JKN agar lebih tepat sasaran, mudah dipahami, dan dapat mengatasi kendala komunikasi yang selama ini ditemui di lapangan.

  1. #pelestarian budaya#pelestarian budaya
  2. #kepala suku#kepala suku
Read online
File size666.27 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-1V2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test