UNIMMANUNIMMAN

Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan Amanah

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi jangka panjang yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak secara serius. Anak usia 6–24 bulan yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan perkembangan otak, gangguan kecerdasan, pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga masalah metabolik. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan melibatkan 100 anak balita stunting sebagai responden. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan potong lintang. Analisis data mencakup uji univariat, chi-square, dan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, pemeriksaan kehamilan (ANC), serta dukungan suami berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Faktor yang paling kuat adalah dukungan suami. Ibu tanpa dukungan pasangan berisiko 10 kali lebih tinggi memiliki anak stunting. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, terutama suami, dalam mendukung pemenuhan gizi dan perawatan anak secara optimal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting pada anak usia 06–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Hutaimbaru dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan, sikap, pemeriksaan antenatal care (ANC), sanitasi lingkungan, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan.Dari seluruh variabel yang diteliti, dukungan suami terbukti menjadi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting.Hal ini menegaskan bahwa pencegahan stunting memerlukan keterlibatan aktif keluarga, khususnya peran ayah dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Untuk mempercepat penanggulangan stunting, diperlukan intervensi yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan edukasi gizi dan kesehatan secara berkelanjutan, dengan melibatkan tenaga kesehatan sebagai agen perubahan. Tenaga kesehatan dapat berperan dalam memberikan konseling gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan edukasi kepada ibu dan keluarga. Kedua, penting untuk meningkatkan pemanfaatan layanan antenatal care (ANC) secara optimal. ANC tidak hanya penting untuk kesehatan ibu hamil, tetapi juga krusial untuk memastikan pertumbuhan janin dan pencegahan stunting sejak dini. Ketiga, program intervensi stunting sebaiknya tidak hanya menargetkan ibu, tetapi juga melibatkan suami sebagai pendukung utama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dukungan suami terbukti menjadi faktor dominan dalam pencegahan stunting, sehingga peran ayah dalam mendukung kesehatan ibu dan anak perlu diperkuat.

  1. Determinan Stunting pada Anak Usia 6–24 Bulan di Puskesmas Hutaimbaru, Padang Lawas Utara | Jurnal... ejournal.unimman.ac.id/index.php/jka/article/view/949Determinan Stunting pada Anak Usia 6Ae24 Bulan di Puskesmas Hutaimbaru Padang Lawas Utara Jurnal ejournal unimman ac index php jka article view 949
  2. Analisis Faktor Penyebab Kejadian Stunting | Jurnal Keperawatan Florence Nightingale. analisis faktor... doi.org/10.52774/jkfn.v6i1.112Analisis Faktor Penyebab Kejadian Stunting Jurnal Keperawatan Florence Nightingale analisis faktor doi 10 52774 jkfn v6i1 112
Read online
File size530.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test