POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Keperawatan Sehat MandiriJurnal Keperawatan Sehat Mandiri

Cedera kepala merupakan penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan tingkat kesadaran pada seseorang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, perbandingan angka kejadian cedera kepala di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 8,2% dari populasi dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 9,2%. Pemberian stimulasi sensorik berupa stimulasi auditori sedini mungkin sangat penting untuk kelangsungan hidup, kualitas hidup dan prognosis jangka panjang pada pasien cedera kepala karena pendengaran merupakan fungsi indera yang paling akhir berfungsi pada penurunan kesadaran. Tujuan karya tulis akhir ini menerapkan terapi Murottal Al-Quran dalam asuhan keperawatan pada pasien cedera kepala dengan penurunan kesadaran di ruang rawat inap HCU Bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode Karya Tulis Akhir ini menggunakan pendekatan laporan kasus (case report). Praktek profesi magang dilakukan dari bulan Mei-Juni 2023. Populasi adalah seluruh pasien Cedera Kepala yang dirawat di ruang HCU Bedah RSUP. Dr. M. Djamil Padang pada bulan Mei-Juni 2023 sebanyak 4 orang. Sampel yang diambil dengan Teknik purposive sampling sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran GCS dan studi dokumentasi. Hasil evaluasi dari intervensi yang diberikan pada pasien menunjukkan adanya pengaruh terapi Murottall Al-Quran Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Cedera Kepala Dengan Penurunan Kesadaran Di Ruang Rawat Inap HCU Bedah Rsup Dr. M. Djamil Padang.

Berdasarkan hasil penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan cedera kepala, didapatkan bahwa penurunan kesadaran dapat diatasi dengan terapi non-farmakologis seperti terapi murottal Al-Quran.Terapi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran pasien, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan nilai GCS pada kedua partisipan.Penerapan terapi murottal Al-Quran dapat menjadi alternatif intervensi mandiri bagi perawat dalam menangani pasien dengan cedera kepala dan penurunan kesadaran.

Berdasarkan pengalaman dalam studi kasus ini dan pertimbangan terhadap latar belakang, metode, hasil, serta keterbatasan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain studi yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial (RCT), untuk menguji secara definitif efektivitas terapi murottal Al-Quran dibandingkan dengan intervensi standar pada pasien cedera kepala dengan penurunan kesadaran. Kedua, studi lebih mendalam mengenai mekanisme kerja terapi murottal Al-Quran pada tingkat neurofisiologis dapat dilakukan, misalnya dengan menggunakan electroencephalography (EEG) untuk memantau aktivitas otak pasien selama dan setelah pemberian terapi. Ketiga, penelitian perlu memperluas cakupan partisipan dengan melibatkan berbagai usia, tingkat keparahan cedera kepala, dan latar belakang budaya untuk melihat apakah efektivitas terapi murottal Al-Quran bersifat universal atau dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kokoh untuk mendukung penggunaan terapi murottal Al-Quran sebagai bagian dari perawatan komprehensif bagi pasien cedera kepala.

Read online
File size122.73 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-1zX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test