PEDSCIJPEDSCIJ
Pediatric Sciences JournalPediatric Sciences JournalManajemen nyeri yang memadai merupakan kebutuhan penting dan umum dalam pelayanan kesehatan di unit perawatan intensif pediatrik. Terdapat banyak skala penilaian nyeri pada anak berdasarkan literatur, namun pedoman penggunaan skala nyeri sebagai panduan dalam manajemen nyeri belum banyak dibahas. Salah satu intervensi nyeri yang paling umum adalah pemberian analgesik opioid atau non‑opioid. Obat analgesik yang diberikan kepada anak kritis dapat menghasilkan hasil anti‑nyeri yang berbeda bila diukur dengan skala nyeri. Oleh karena itu, tinjauan literatur ini membandingkan efektivitas analgesik dalam manajemen nyeri pada anak kritis.
Pasien pediatrik kritis harus dievaluasi terhadap nyeri dan kenyamanan.Berbagai skala penilaian telah divalidasi untuk menilai nyeri serta kenyamanan pada pasien kritis di PICU.Pemberian sedasi dan analgesik yang tepat dapat memperpendek masa rawat inap, penggunaan ventilator, serta waktu ekstubasi.keputusan pemberian analgesik atau sedasi sebaiknya didasarkan pada kondisi klinis pasien dan skor nyeri.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas analgesik non‑opioid baru, seperti dexmedetomidine, dibandingkan dengan regimen opioid standar pada anak di PICU melalui uji coba terkontrol acak, untuk menilai perbedaan dalam kontrol nyeri dan efek samping. Selain itu, diperlukan studi yang mengevaluasi dampak penerapan protokol penilaian nyeri yang dipersonalisasi, menggabungkan skala COMFORT dan FLACC, terhadap penentuan dosis analgesik dan hasil klinis seperti durasi ventilasi dan lama perawatan rumah sakit. Akhirnya, sebuah kohort longitudinal harus dilakukan untuk meneliti konsekuensi neurodevelopmental jangka panjang pada anak yang menerima opioid dosis tinggi dibandingkan dengan mereka yang dirawat dengan analgesik non‑opioid, guna memahami implikasi penggunaan opioid pada fungsi kognitif dan perilaku di masa depan.
| File size | 556.74 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group PretestTujuan penelitian ini yaitu diketahuinya. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group Pretest
UnwahasUnwahas Dari hasil analisis didapatkan dua senyawa flavonoid herba kumis kucing yang memiliki afinitas lebih kuat dan stabil dalam pengikatan enzim siklooksigenase-2,Dari hasil analisis didapatkan dua senyawa flavonoid herba kumis kucing yang memiliki afinitas lebih kuat dan stabil dalam pengikatan enzim siklooksigenase-2,
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Penelitian ini bertujuan menentukan validitas dan reliabilitas KDQOL-36 versi bahasa Indonesia pada pasien di Indonesia. Metode: KDQOL-36 diterjemahkanPenelitian ini bertujuan menentukan validitas dan reliabilitas KDQOL-36 versi bahasa Indonesia pada pasien di Indonesia. Metode: KDQOL-36 diterjemahkan
UIGMUIGM Pelatihan pendidikan multikultural berbasis literasi digital terbukti efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan skor posttest guru, serta memperkecilPelatihan pendidikan multikultural berbasis literasi digital terbukti efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan skor posttest guru, serta memperkecil
PEDSCIJPEDSCIJ Latar belakang: Indonesia memiliki jumlah kasus COVID-19 dan kematian yang relatif tinggi, termasuk pada kelompok anak-anak dan remaja. Cakupan vaksinasiLatar belakang: Indonesia memiliki jumlah kasus COVID-19 dan kematian yang relatif tinggi, termasuk pada kelompok anak-anak dan remaja. Cakupan vaksinasi
PEDSCIJPEDSCIJ 4. 1. Hasil: Dari 568 judul asli yang disaring, data diekstrak dari 3 penelitian (n=303). Dibandingkan dengan SV saja, SV yang dikombinasikan dengan LEV4. 1. Hasil: Dari 568 judul asli yang disaring, data diekstrak dari 3 penelitian (n=303). Dibandingkan dengan SV saja, SV yang dikombinasikan dengan LEV
CERICCERIC Pertumbuhan dan perkembangan balita memerlukan stimulasi yang adekuat dari orangtua dan lingkungan sekitarnya. Bila stimulasi tidak adekuat maka pertumbuhanPertumbuhan dan perkembangan balita memerlukan stimulasi yang adekuat dari orangtua dan lingkungan sekitarnya. Bila stimulasi tidak adekuat maka pertumbuhan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Dalam percobaan klinis ini, 75 mahasiswi berusia 18-22 tahun dievaluasi selama dua siklus menstruasi. Di siklus pertama, peserta menerima metode peredaanDalam percobaan klinis ini, 75 mahasiswi berusia 18-22 tahun dievaluasi selama dua siklus menstruasi. Di siklus pertama, peserta menerima metode peredaan
Useful /
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH Formulasi clay mask terdiri dari variasi yaitu F1, F2, F3 dengan perbandingan konsentrasi daun pepaya 7,5%; 5%; 2,5% dan bunga telang 2,5%; 5%; 7,5%. PengujianFormulasi clay mask terdiri dari variasi yaitu F1, F2, F3 dengan perbandingan konsentrasi daun pepaya 7,5%; 5%; 2,5% dan bunga telang 2,5%; 5%; 7,5%. Pengujian
PEDSCIJPEDSCIJ Pemeriksaan menunjukkan perbedaan saturasi pre‑ductal dan post‑ductal sebesar 5%, napas lemah, dan radiografi dada menunjukkan pneumonia. EkokardiogramPemeriksaan menunjukkan perbedaan saturasi pre‑ductal dan post‑ductal sebesar 5%, napas lemah, dan radiografi dada menunjukkan pneumonia. Ekokardiogram
UIMEDANUIMEDAN Kepemimpinan juga berpengaruh positif terhadap kinerja paramedis, karena lingkungan kerja yang mendukung dan keputusan manajerial yang adil mendorong peningkatanKepemimpinan juga berpengaruh positif terhadap kinerja paramedis, karena lingkungan kerja yang mendukung dan keputusan manajerial yang adil mendorong peningkatan
CERICCERIC Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghargaan, khususnya pengaruh dan pertumbuhan diri, berpengaruh terhadap kinerja perawat. Namun, insentif,Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghargaan, khususnya pengaruh dan pertumbuhan diri, berpengaruh terhadap kinerja perawat. Namun, insentif,