JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthHepatitis B merupakan penyakit menular serius dan umumnya menginfeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menyebabkan salah satu cara agar tidak terjadi penularan adalah dengan melakukan pencegahan yaitu dengan memberikan imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan penyakit hepatitis B pada janin di Puskesmas Ciparay Kabupaten Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat ini di masyarakat. Penelitian ini menggunakan sampel ibu hamil dengan jumlah 64 responden dengan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 responden (53.1%) memiliki pengetahuan kurang, 19 responden (29.7%) memiliki pengetahuan cukup, dan 11 responden (17.2%) memiliki pengetahuan baik. Sedangkan 28 responden (43.8%) memiliki sikap negatif, dan 36 responden (56.2%) memiliki sikap positif. Simpulan dari penelitian ini adalah dari 64 responden lebih dari setengahnya memiliki pengetahuan kurang dan sikap yang positif.
Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan yang kurang, namun sebagian besar menunjukkan sikap positif.Penelitian ini dapat menjadi informasi bagi mahasiswa, ibu hamil, atau siapapun yang membutuhkan informasi mengenai pencegahan penularan penyakit Hepatitis B pada Janin.Diharapkan pihak puskesmas Ciparay dapat meningkatkan penyuluhan mengenai penyakit Hepatitis B untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pencegahan hepatitis B, seperti tingkat pendidikan, sosioekonomi, dan akses informasi kesehatan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan praktik pencegahan hepatitis B, seperti melakukan pemeriksaan skrining hepatitis B selama kehamilan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi ibu hamil terhadap risiko penularan hepatitis B ke janin, serta faktor-faktor yang memotivasi atau menghambat mereka dalam melakukan tindakan pencegahan.
| File size | 125.79 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JQWHJQWH Jumlah sampel 30 orang primipara dengan metode pengambilan purposive sampling. Teknik analisis bivariat paired t-test dan analisis multivariat menggunakanJumlah sampel 30 orang primipara dengan metode pengambilan purposive sampling. Teknik analisis bivariat paired t-test dan analisis multivariat menggunakan
JQWHJQWH 05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman jahe merah hangat berpengaruh terhadap nyeri persalinan kala I. Sebagian besar ibu bersalin mengalami05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman jahe merah hangat berpengaruh terhadap nyeri persalinan kala I. Sebagian besar ibu bersalin mengalami
JQWHJQWH Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan desain cross sectional. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji Chi-SquarePenelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan desain cross sectional. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji Chi-Square
JQWHJQWH Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil padaMetode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil pada
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan penyuluhanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan
JQWHJQWH Pemberian teh Sibangun bangun secara rutin diminum 2 kali sehari selama 30 hari pada ibu post sectio caesarea efektif meningkatkan volume ASI. Bidan diharapkanPemberian teh Sibangun bangun secara rutin diminum 2 kali sehari selama 30 hari pada ibu post sectio caesarea efektif meningkatkan volume ASI. Bidan diharapkan
JQWHJQWH Adapun variabel bebasnya adalah gizi memenuhi kebutuhan bayi usia 6-9 bulan dan kualitas tidur sebagai variabel terikatnya. Populasinya adalah bayi usiaAdapun variabel bebasnya adalah gizi memenuhi kebutuhan bayi usia 6-9 bulan dan kualitas tidur sebagai variabel terikatnya. Populasinya adalah bayi usia
JQWHJQWH Kebanyakan WUS lebih memilih menggunakan kontrasepsi hormonal, dikarenakan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan benda padat yang apabila dipasangKebanyakan WUS lebih memilih menggunakan kontrasepsi hormonal, dikarenakan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan benda padat yang apabila dipasang
Useful /
JQWHJQWH Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan terhadap involusi uteri antara sebelum dan sesudah pijat oksitosin (ρ value 0,001),Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan terhadap involusi uteri antara sebelum dan sesudah pijat oksitosin (ρ value 0,001),
JQWHJQWH Hasil penelitian secara parsial pengetahuan tentang antenatal care Terpadu pada Ibu Hamil (X1) diperoleh nilai p-value sebesar 0,036 < α = 0,05 sehinggaHasil penelitian secara parsial pengetahuan tentang antenatal care Terpadu pada Ibu Hamil (X1) diperoleh nilai p-value sebesar 0,036 < α = 0,05 sehingga
JQWHJQWH Kunjungan kelas ibu hamil merupakan wujud perilaku ibu hamil yang dalam pelaksanaannya berkaitan erat dengan pengetahuan yang dimiliki. Hal ini berartiKunjungan kelas ibu hamil merupakan wujud perilaku ibu hamil yang dalam pelaksanaannya berkaitan erat dengan pengetahuan yang dimiliki. Hal ini berarti
JQWHJQWH 12 menunjukkan bahwa dari 52 responden didapatkan sebagian besar dari responden tidak dapat melaksanakan aplikasi keluarga berencana sebanyak 36 orang12 menunjukkan bahwa dari 52 responden didapatkan sebagian besar dari responden tidak dapat melaksanakan aplikasi keluarga berencana sebanyak 36 orang