JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Hipotiroid kongenital adalah penyebab paling umum keterbelakangan mental. Skrining bayi baru lahir dapat mendeteksi gangguan kongenital sedini mungkin, sehingga bila ditemukan dapat segera dilakukan intervensi secepatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Pukesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu Pra-Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dimana didapatkan hasil 58 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah responden menerima ceramah. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilxocon Match Pair Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan 65.774 setelah diberikan penyuluhan pengetahuan ibu hamil meningkat menjadi 82.843. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan p-value 0,000. Sebaiknya penyuluhan sering dilakukan saat ibu melakukan pemeriksaan untuk meningkatkan pengetahuan ibu.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 58 responden di Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang Tahun 2019, diperoleh data pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sebagai berikut.Pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum diberikan penyuluhan didapatkan nilai rata-rata 65.Pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sesudah diberikan penyuluhan didapatkan nilai rata-rata 82.Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang Skrining Hipotiroid Kongenital pada ibu hamil di Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang.

Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode penyuluhan yang lebih interaktif dan menarik. Misalnya, menggunakan media visual seperti video atau presentasi interaktif yang dapat membantu ibu hamil memahami informasi dengan lebih mudah. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada ibu hamil, seperti penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian, penyuluhan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi ibu hamil, sehingga pengetahuan mereka tentang Skrining Hipotiroid Kongenital dapat meningkat secara signifikan.

  1. Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sebelum dan Sesudah Diberikan... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/71Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sebelum dan Sesudah Diberikan jqwh index php JQWH article view 71
Read online
File size184.71 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test