JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Desain penelitian ini adalah observasional dengan kasus kontrol. Data umum yang diamati adalah umur, pekerjaan dan pendidikan. Data khusus tersebut adalah inisiasi menyusu dini dan percepatan laktasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini dengan lancar sebanyak 10 responden (71,4%), dan ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini dengan lancar sebanyak 2 responden (14,3%). Sedangkan yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan lancar sebanyak satu responden (7,1%), yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan kurang baik sebanyak satu responden (7,1%). Hasil uji Fisher Exact dengan taraf signifikan 0,05 menjelaskan nilai hasil > 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) diterima dan (H1) ditolak artinya tidak ada hubungan antara inisiasi menyusu dini dengan percepatan laktat. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan inisiasi menyusu dini dapat mempercepat produksi laktat, faktor lain yang dapat mempengaruhi percepatan laktat adalah frekuensi menyusui, kondisi ibu yang harus relaks, nutrisi, pemberian ASI tambahan, dan perawatan payudara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 responden, hampir seluruhnya yaitu 12 orang (85,7%) melakukan Inisiasi Menyusu Dini, dan sebagian kecil yaitu 2 orang (14,3%) tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini.Hampir seluruh responden yaitu 11 orang (78,6%) memiliki kelancaran produksi ASI, sedangkan 3 orang (21,4%) mengalami ketidaklancaran ASI.Berdasarkan analisis statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara inisiasi menyusu dini dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-1 bulan di wilayah Puskesmas Kutorejo.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut mengapa beberapa ibu yang sudah melakukan inisiasi menyusu dini tetap mengalami ketidaklancaran produksi ASI, dengan fokus pada faktor frekuensi menyusui, kondisi psikologis, dan pola nutrisi harian. Kedua, penting untuk mengkaji dampak pemberian susu formula secara dini terhadap penurunan produksi ASI meskipun IMD telah dilakukan, agar dapat diketahui sejauh mana intervensi ini mengganggu proses laktasi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pendampingan oleh tenaga kesehatan pasca persalinan dalam menjaga kelancaran produksi ASI, terutama pada ibu dengan riwayat stres, kelelahan, atau komplikasi ringan yang tidak menghalangi IMD namun berpotensi memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

Read online
File size352.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test