JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthNutrisi memenuhi kebutuhan bayi pada usia 6-9 bulan dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Jika nutrisinya memenuhi kebutuhan yang cukup, maka tidak akan mengalami gangguan pada saat tidur. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Adapun variabel bebasnya adalah gizi memenuhi kebutuhan bayi usia 6-9 bulan dan kualitas tidur sebagai variabel terikatnya. Populasinya adalah bayi usia 6-9 bulan di Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto sebanyak 49 bayi. Sampel dipilih dengan menggunakan total sampling sebanyak 39 bayi. Pengumpulan data menggunakan wawancara untuk nutrisi memenuhi kebutuhan dan kualitas tidur. Data dianalisis menggunakan Pearson Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi usia 6 bulan yang mengalami gizi kurang sebanyak 18 bayi (46,2%) dan mengalami gangguan tidur sebanyak 15 bayi (38,5%). Selain itu, bayi yang memenuhi kebutuhan gizi lebih sebanyak 9 bayi (23,1%), semuanya mengalami gangguan saat tidur. Kemudian, bayi yang mendapat gizi cukup memenuhi kebutuhan sebanyak 12 bayi (30,8%), sehingga yang mendapat gangguan tidur sebanyak 11 bayi (28,2%). Hasil uji Pearson Chi Square dengan menggunakan SPSS didapatkan nilai P Value Cremers V = 0,0000, kemudian nilai P Value <α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan H1 diterima artinya ada hubungan antara terpenuhinya kebutuhan gizi dengan kualitas tidur bayi usia 6-9 bulan. Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang kurang atau lebih dapat mempengaruhi kualitas tidur bayi.
Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk memberikan edukasi kepada orangtua tentang cara tepat memenuhi kebutuhan asupan gizi sekaligus memantau perkembangannya dengan melakukan kunjungan rumah untuk melakukan evaluasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan desain studi longitudinal untuk mengkaji hubungan sebab-akibat antara pemenuhan gizi dan kualitas tidur pada bayi secara lebih komprehensif. Kedua, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kualitas tidur bayi, seperti lingkungan tidur, pola asuh orang tua, dan kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada intervensi gizi spesifik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur bayi, misalnya dengan memberikan edukasi kepada orang tua tentang jenis makanan yang dapat meningkatkan produksi melatonin atau mengatur jadwal pemberian makan yang optimal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemenuhan gizi yang optimal untuk mendukung kualitas tidur yang baik pada bayi, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.
| File size | 203.92 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
169169 Metode yang digunakan mencakup eksplorasi suara, eksperimen, evaluasi, dan komposisi menggunakan instrumen konvensional dan tidak konvensional. TeknikMetode yang digunakan mencakup eksplorasi suara, eksperimen, evaluasi, dan komposisi menggunakan instrumen konvensional dan tidak konvensional. Teknik
JIMF BIJIMF BI Kami menilai hubungan antara risiko geopolitik dan pengembalian indeks konvensional dan Syariah Compliant dari lima ekonomi ASEAN selama periode JanuariKami menilai hubungan antara risiko geopolitik dan pengembalian indeks konvensional dan Syariah Compliant dari lima ekonomi ASEAN selama periode Januari
JQWHJQWH Sampel penelitian terdiri dari 35 ibu bersalin yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik WilcoxonSampel penelitian terdiri dari 35 ibu bersalin yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon
JQWHJQWH Variabel yang paling dominan adalah passion, karena memiliki nilai koefisien regresi (β) yang paling besar yaitu 26.156 dan nilai Sig 0,000. Ada hubunganVariabel yang paling dominan adalah passion, karena memiliki nilai koefisien regresi (β) yang paling besar yaitu 26.156 dan nilai Sig 0,000. Ada hubungan
JQWHJQWH Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil padaMetode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil pada
JQWHJQWH Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai kadar Hb remaja sebelum diberikan tablet Fe Jus Tomat adalah 9,973 dengan standarBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai kadar Hb remaja sebelum diberikan tablet Fe Jus Tomat adalah 9,973 dengan standar
JQWHJQWH Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan 65.774 setelah diberikan penyuluhan pengetahuanHasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan 65.774 setelah diberikan penyuluhan pengetahuan
JQWHJQWH Hasil uji regresi logistic menunjukkan adapengaruh pengetahuan terhadap sikap WUS dalam menggunakan kontrasepsi AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas PesantrenHasil uji regresi logistic menunjukkan adapengaruh pengetahuan terhadap sikap WUS dalam menggunakan kontrasepsi AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren
Useful /
JIMF BIJIMF BI Selanjutnya, analisis optimasi portofolio menyoroti efektivitas lindung nilai yang superior dan biaya lindung nilai yang lebih rendah yang terkait denganSelanjutnya, analisis optimasi portofolio menyoroti efektivitas lindung nilai yang superior dan biaya lindung nilai yang lebih rendah yang terkait dengan
JQWHJQWH Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil pengujian menggunakan Tes Wilcoxon menunjukkan perbedaanSampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil pengujian menggunakan Tes Wilcoxon menunjukkan perbedaan
JQWHJQWH Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi dan sampel seluruh mahasiswi D III kebidanan semester 3, sejumlah 43 responden, menggunakanPenelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi dan sampel seluruh mahasiswi D III kebidanan semester 3, sejumlah 43 responden, menggunakan
JQWHJQWH Pengetahuan yang kurang memiliki risiko 3,100 kali lebih besar mengalami kecemasan dibandingkan dengan pengetahuan yang baik. Penelitian ini menyarankanPengetahuan yang kurang memiliki risiko 3,100 kali lebih besar mengalami kecemasan dibandingkan dengan pengetahuan yang baik. Penelitian ini menyarankan