UNIVERSITASMBOJOBIMAUNIVERSITASMBOJOBIMA

Jurnal Komunikasi dan KebudayaanJurnal Komunikasi dan Kebudayaan

Penelitian ini didorong oleh budaya rimpu yang merupakan bagian dari masyarakat Bima, di mana perempuan mengenakan rimpu untuk menutup aurat sesuai ajaran Islam. Rimpu dimaknai sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah SWT. Budaya rimpu lahir sejak masuknya Islam di Bima yang dibawa oleh tokoh agama dari Gowa Makassar. Rimpu merupakan pakaian tradisional yang menjadi bagian dari komunikasi nonverbal, mencerminkan nilai-nilai agama, status sosial, dan identitas perempuan Bima. Rimpu juga mencerminkan status ekonomi pemakainya dan dianggap sebagai simbol kepatuhan terhadap ajaran Islam.

Rimpu merupakan pakaian tradisional Bima yang memiliki makna mendalam dalam konteks komunikasi nonverbal.Rimpu mencerminkan nilai-nilai agama, status sosial, dan identitas perempuan Bima.Pemakaiannya berkurang seiring perubahan zaman, tetapi masih dilestarikan sebagai simbol budaya dan kepercayaan.Rimpu menjadi bagian penting dalam memahami interaksi sosial dan nilai-nilai kebudayaan masyarakat Bima.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendidikan modern terhadap penggunaan rimpu di kalangan perempuan Bima. 2. Studi tentang peran rimpu dalam mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah perubahan sosial. 3. Analisis faktor ekonomi yang memengaruhi produksi dan penggunaan rimpu sebagai warisan budaya.

Read online
File size559.33 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test