IAISUMBARIAISUMBAR

International Journal of ResearchInternational Journal of Research

Tulisan ini membahas tentang fenomena haji pada masa pandemi di abad XIX hingga pertengahan abad XX di Hindia Belanda dengan fokus pada tata kelola pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah untuk mengeksplorasi berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, seperti arsip sejarah, dokumen pemerintah, catatan perjalanan, dan literatur sejarah. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa pandemi yang terjadi pada masa itu, seperti wabah kolera, memiliki dampak yang signifikan terhadap perjalanan haji dan kesejahteraan jemaah. Pemerintah Hindia Belanda melakukan berbagai upaya untuk mengelola layanan kesehatan selama perjalanan haji, termasuk penyediaan fasilitas medis dan karantina. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pemerintah Hindia Belanda menangani pandemi pada masa itu dan bagaimana pandemi memengaruhi pengalaman haji dan upaya tata kelola layanan kesehatan dalam konteks sejarah Hindia Belanda. Temuan-temuan ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk memahami sejarah dan konteks pandemi dalam sejarah global dan regional.

Hajj di Indonesia adalah ritual tahunan yang memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda.Pemerintah Hindia Belanda melihat haji sebagai kesempatan untuk meningkatkan devisa.Hal ini terlihat dari minat yang besar di kalangan umat Islam untuk mencapai Tanah Suci.Mereka rela mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi setiap rukun haji.Pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan monopoli di bidang transportasi ke Tanah Suci untuk menghindari persaingan bisnis yang tidak sehat.Di sisi lain, keberangkatan ke Mekah menghadapi banyak tantangan, termasuk ancaman penyakit menular.Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan sejumlah aturan untuk mengatur kesehatan jemaah.Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin untuk mendeteksi jemaah yang terinfeksi penyakit menular.Layanan kesehatan pada masa itu melibatkan pemerintah negara lain, seperti Kesultanan Utsmaniyah atau Dinasti Saud yang memerintah Arab Saudi.Adanya karantina di Kamaran merupakan bukti hubungan multilateral tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak pandemi pada pengalaman haji dan upaya tata kelola layanan kesehatan dalam konteks sejarah Hindia Belanda. Kedua, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang kebijakan monopoli yang diterapkan oleh pemerintah Hindia Belanda dan dampaknya terhadap akses umat Islam Indonesia untuk melakukan ibadah haji. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut tentang peran dan kontribusi organisasi-organisasi Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dalam gerakan nasionalis dan reformasi Islam di Indonesia.

  1. #mawardi muhammad#mawardi muhammad
  2. #hindia belanda#hindia belanda
Read online
File size512.3 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-1V3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test