UMPRUMPR
Anterior JurnalAnterior JurnalTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa hukum pernikahan sirri menurut Hukum Islam dan Hukum Positif, untuk mengetahui rukun dan syarat perkawinan dan untuk mengetahui bagaimana peranan Pengadilan Agama Palangka Raya dalam sosialisasi isbat nikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum normatif. Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah inventarisasi peraturan yang berkaitan dengan isbat nikah melegalkan pernikahan sirri menurut Hukum Positif dan Hukum Agama. Hasil hukum pernikahan sirri menurut Hukum Islam dan Hukum Positif, menurut Hukum Islam pernikahan sirri tidak sah karena tidak memiliki wali nikah, sedangkan nikah sirri menurut pandangan sebagian besar masyarakat indonesia adalah pernikahan yang tidak tercatat tetapi syarat dan rukun nikahnya sudah terpenuhi sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan menurut Hukum Positif pernikahan sirri adalah sebagaimana menurut Undang-Undang Perkawinan di Indonesia jika perkawinan sah secara syari maka sah pula menurut perundang-undangan. “Perkawinan tidak dicatat adalah sah menurut peraturan perundang-undangan karena sesuai dengan Hukum Perkawinan Islam yang berlaku di Indonesia berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juncto Pasal 4 Kompilasi Hukum Islam (sebagai ius constitutun), juncto Pasal 3 RUU-HM-PA-Bperkw Tahun 2007 (sebagai ius constituendum).
Pernikahan sirri tidak sah menurut Hukum Islam karena tidak memenuhi rukun wali nikah, meskipun syarat-syarat lainnya terpenuhi.Namun, menurut Hukum Positif Indonesia, pernikahan yang sah secara syari tetap diakui hukum meskipun tidak dicatat, selama memenuhi ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU No.Pengadilan Agama Palangka Raya berperan dalam mengisbatkan pernikahan sirri untuk memberikan kepastian hukum terhadap hak-hak sipil suami, istri, dan anak, namun sosialisasi masih terbatas akibat kurangnya anggaran dan kesadaran masyarakat.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana efektivitas sosialisasi isbat nikah oleh Pengadilan Agama terhadap masyarakat pedesaan di Kalimantan Tengah, khususnya bagi pasangan yang menikah sebelum tahun 1974 tanpa akta nikah dan belum mengikuti isbat, serta bagaimana persepsi mereka terhadap kebutuhan hukum anak-anak mereka yang lahir sebelum isbat. Selain itu, perlu diteliti apakah model kerja sama antara Kementerian Agama, Mahkamah Agung, dan pemerintah daerah dalam menggelar sosialisasi isbat nikah melalui organisasi kemasyarakatan Islam dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dibandingkan dengan program nikah massal yang hanya bersifat simbolis. Terakhir, studi ini juga bisa mengembangkan indikator keberhasilan isbat nikah berdasarkan dampaknya terhadap akses anak terhadap akta kelahiran, pendidikan, dan waris, untuk menilai sejauh mana isbat nikah benar-benar menjamin keadilan hukum bagi keluarga yang sebelumnya terpinggirkan.
| File size | 145.07 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINPTKIAINPTK Apabila Gafatar membentuk agama yang baru dan tidak menyangkutkan ajaran-ajaran yang mereka bawa dengan agama Islam, maka MUI tidak akan memberikan fatwaApabila Gafatar membentuk agama yang baru dan tidak menyangkutkan ajaran-ajaran yang mereka bawa dengan agama Islam, maka MUI tidak akan memberikan fatwa
IAINPTKIAINPTK Dengan menggunakan penelitian pustaka, ada tiga hasil penelitian ini. Pertama, hukum Islam tidak menetapkan minimal usia bagi calon mempelai yang akanDengan menggunakan penelitian pustaka, ada tiga hasil penelitian ini. Pertama, hukum Islam tidak menetapkan minimal usia bagi calon mempelai yang akan
IAINPTKIAINPTK Fiqh moderat dalam penentuan arah kiblat dirumuskan melalui prinsip pengambilan jalan tengah, keseimbangan, ketegasan, toleransi, kesetaraan, musyawarah,Fiqh moderat dalam penentuan arah kiblat dirumuskan melalui prinsip pengambilan jalan tengah, keseimbangan, ketegasan, toleransi, kesetaraan, musyawarah,
UMPRUMPR Subyek penelitian adalah mahasiswa semester satu FIKES di UMP. Jumlah populasi adalah 32 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angketSubyek penelitian adalah mahasiswa semester satu FIKES di UMP. Jumlah populasi adalah 32 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket
UMPRUMPR Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini untuk menyelesaikan penelitian tersebut. Peneliti berkeyakinan dengan menggunakan pendekatanPeneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini untuk menyelesaikan penelitian tersebut. Peneliti berkeyakinan dengan menggunakan pendekatan
UMPRUMPR Untuk mengukur ketercapaian indikator penelitian tersebut dilakukan penelitian menggunakan prinsip prinsip penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanUntuk mengukur ketercapaian indikator penelitian tersebut dilakukan penelitian menggunakan prinsip prinsip penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
UMPRUMPR Derajat kejenuhan seluruh jam puncak berada di bawah 0,75 sesuai standar MKJI 1997, menunjukkan kinerja jalinan masih memadai. Tundaan dan peluang antrianDerajat kejenuhan seluruh jam puncak berada di bawah 0,75 sesuai standar MKJI 1997, menunjukkan kinerja jalinan masih memadai. Tundaan dan peluang antrian
UINUIN Pada 2012 jumlah perkara isbat nikah berjumlah 41 perkara dan pada 2013 meningkat menjadi 68 perkara, kemudian di tahun 2014 menjadi 135 perkara. SedangkanPada 2012 jumlah perkara isbat nikah berjumlah 41 perkara dan pada 2013 meningkat menjadi 68 perkara, kemudian di tahun 2014 menjadi 135 perkara. Sedangkan
Useful /
UMPRUMPR Terdapat hubungan signifikan antara hasil UAN SMP dengan prestasi belajar peserta didik pada semester I dan II, yang mengindikasikan adanya korelasi antaraTerdapat hubungan signifikan antara hasil UAN SMP dengan prestasi belajar peserta didik pada semester I dan II, yang mengindikasikan adanya korelasi antara
UMPRUMPR Bahwa uang adalah benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar menukar atau perdagangan. Perbedaan konsep uangBahwa uang adalah benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar menukar atau perdagangan. Perbedaan konsep uang
UMPRUMPR Berangkat dari latar belakang pendidikan yang berbeda, yakni santriwati dari lulusan SD/MI (program reguler) dan santriwati lulusan SLTP/MTs (program intensif),Berangkat dari latar belakang pendidikan yang berbeda, yakni santriwati dari lulusan SD/MI (program reguler) dan santriwati lulusan SLTP/MTs (program intensif),
UGMUGM Keberadaannya dideteksi dalam data perdagangan intraharian dari Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kondisi pasar naik, turun dan pasar stabil pada periodaKeberadaannya dideteksi dalam data perdagangan intraharian dari Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kondisi pasar naik, turun dan pasar stabil pada perioda