ICIICI

Journal Of Nursing Science ResearchJournal Of Nursing Science Research

Kualitas tidur merupakan kemampuan setiap orang untuk mempertahankan keadaan tidur dan untuk mendapatkan tahap tidur REM dan NREM yang pantas. Tujuan: Mengidentifikasi perbedaan lampu mati dan lampu terhadap kualitas tidur siswa. Metode: Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitas Tidur yang diadaptasi dari Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kuesioner telah diuji validitas dan rehabilitasi. Hasil Penelitian: Kualitas tidur pada kondisi lampu hidup yang terbanyak pada kategori buruk yaitu pada kelompok umur 20 tahun sebanyak 5 orang (45,4%), durasi tidur 6-7 jam yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 5 orang (45,4%), memiliki riwayat penyakit dengan kualitas tidur baik sebanyak 5 orang (45,4%). Sedangkan kualitas tidur dalam kondisi mati lampu yang terbanyak pada kategori baik yaitu pada kelompok umur 19 tahun sebanyak 7 orang (36,8%), dengan durasi tidur 6-7 jam yang mempunyai kualitas tidur baik sebanyak 8 orang (42,1%), tidak mempunyai riwayat penyakit dengan kualitas tidur baik sebanyak 8 orang (42,1%). Kesimpulan: Gambaran penggunaan lampu pada Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 pada saat tidur dengan lampu menyala sebanyak 11 orang (36,6%), sedangkan penggunaan lampu pada saat tidur dengan lampu mati sebanyak 19 orang (63,4%). Gambaran kualitas tidur Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 22 orang (73,4%), sedangkan kualitas tidur buruk sebanyak 8 orang (26,6%).

Gambaran penggunaan lampu pada Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 saat tidur dengan lampu hidup sebanyak 11 orang (36,6%), sedangkan penggunaan lampu pada saat tidur dengan lampu mati sebanyak 19 orang (63,4%).Gambaran kualitas tidur Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 22 orang (73,4%), sedangkan kualitas tidur buruk sebanyak 8 orang (26,6%).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak intensitas cahaya berbeda (misalnya cahaya redup vs. cahaya terang) terhadap kualitas tidur mahasiswa. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang hubungan antara paparan cahaya biru dari gadget dan kualitas tidur remaja, terutama di lingkungan perkuliahan. Penelitian juga bisa fokus pada efek jangka panjang penggunaan lampu tidur terhadap kesehatan mental dan fisik, serta intervensi edukasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya lingkungan tidur yang optimal.

  1. 0. wi 0h xi s9 fq m3 ilp vr vp cncz ja zh 6fo rxbh vt ec w1 frontiersin.org/article/10.3389/fpsyt.2020.00591/full0 wi 0h xi s9 fq m3 ilp vr vp cncz ja zh 6fo rxbh vt ec w1 frontiersin article 10 3389 fpsyt 2020 00591 full
  1. #gangguan jiwa#gangguan jiwa
  2. #gagal ginjal#gagal ginjal
Read online
File size267.76 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2st
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test