UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Masa remaja adalah periode yang terletak di antara masa kanak‑kanak dan dewasa pada rentang usia 10 hingga 19 tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional, terdapat kenaikan jumlah penyalahgunaan zat adiktif di Indonesia di kalangan siswa Sekolah Menengah dari 18.000 menjadi 73.523. Pada tahun 2017 jumlah kasus penggunaan lem di wilayah Provinsi Papua Barat sudah mencapai sekitar 900 kasus. Data responden siswa‑siswi kelas VIII di SMP Negeri 3 Kota Sorong menunjukkan bahwa 97,3 % tidak pernah menghisap lem dan 2,7 % pernah menghisap lem. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem di SMP Negeri 3 Kota Sorong. Metode: Penelitian kuantitatif pra‑eksperimental dengan desain one‑group pre‑ and post‑test. Populasi berjumlah 347 orang, sampel 185 responden. Uji statistik Wilcoxon sign‑rank test dengan p‑value < 0,05. Hasil: terdapat pengaruh signifikan media edukasi video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan lem (p = 0,000). Kesimpulan: media edukasi video berpengaruh positif terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem.

Sebelum intervensi video, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kurang (2,2 %) atau cukup (59 %) dan hanya 38,4 % memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah video semua responden (100 %) menunjukkan pengetahuan baik.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan media video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan lem.Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan memperluas penerapan hasil sebagai bahan ajar bagi sekolah serta institusi pendidikan.

Penelitian berikutnya dapat menguji efektivitas media video edukasi dibandingkan dengan media lain seperti infografik interaktif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan lem (apakah media interaktif memberikan peningkatan yang lebih signifikan?). Selanjutnya, studi longitudinal dengan kelompok kontrol dapat menilai keberlanjutan perubahan pengetahuan dan perilaku siswa selama enam bulan hingga satu tahun setelah intervensi (apakah pengetahuan yang diperoleh tetap terjaga dalam jangka panjang?). Akhirnya, penelitian dapat memperluas populasi sampel ke sekolah menengah pertama di wilayah lain serta melibatkan remaja berusia 13‑15 tahun untuk mengevaluasi perbedaan dampak video edukasi berdasarkan usia dan latar belakang geografis (apakah efektivitas video berbeda pada remaja di daerah urban versus rural?).

  1. PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGINE PADA SAAT MENSTRUASI DI SMP NEGERI... ejournal.unklab.ac.id/index.php/nutrix/article/view/425PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGINE PADA SAAT MENSTRUASI DI SMP NEGERI ejournal unklab ac index php nutrix article view 425
Read online
File size386.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test