UINSAUINSA

The Sunan Ampel Review of Political and Social SciencesThe Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences

Pernikahan anak merupakan masalah sosial yang perlu diselesaikan. Jawa Barat adalah salah satu wilayah dengan angka pernikahan anak tertinggi. Pada tahun 2020, berdasarkan data Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Provinsi Jawa Barat, terdapat 9.821 kasus pernikahan anak. Pernikahan anak pada dasarnya masih terjadi di seluruh desa di Kabupaten Bogor. Selama pandemi COVID-19, angka pernikahan anak meningkat, dan pasca-pandemi kondisi ini tidak banyak berubah. Fenomena pernikahan anak di Desa Pagelaran, Cianjur Selatan, yang terjadi dalam tiga periode perubahan menarik untuk dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang melibatkan subjek penelitian sejak awal kegiatan penelitian. Subjek penelitian ini adalah ibu muda berusia 15 hingga 25 tahun yang tinggal di Desa Pagelaran, Cianjur Selatan. Jumlah informan ditentukan menggunakan metode Snowball. Pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, PAR, wawancara mendalam, dan studi literatur. Penelitian ini menemukan bahwa beberapa faktor menyebabkan pernikahan anak, namun agama merupakan salah satu faktor utama pernikahan anak di Desa Pagelaran. Selain itu, terdapat faktor pendorong dan penarik yang menyebabkan pernikahan anak terus terjadi. Di samping itu, digitalisasi juga menjadi penyebab penting pernikahan anak saat ini. Salah satunya disebabkan oleh pengaruh globalisasi dan kurangnya pengawasan orang tua yang menyebabkan potensi pernikahan anak karena kehamilan yang tidak diinginkan.

Perubahan akses terhadap infrastruktur, baik jalan maupun fasilitas pendidikan dan kesehatan, memiliki dampak signifikan dalam mengurangi praktik pernikahan anak.Meskipun kondisi sosio-religius masyarakat terkadang menganggap pernikahan anak sebagai solusi untuk menghindari perzinahan, penelitian ini menunjukkan bahwa akses terbuka dan peluang mata pencarian yang lebih luas adalah pendorong utama penurunan angka pernikahan anak di Desa Pagelaran.Keterbatasan informasi dan akses merupakan faktor pendorong utama peningkatan pernikahan anak, sehingga keterbukaan informasi dan peluang ekonomi dapat secara tidak langsung mengubah pola pikir masyarakat serta membuka kesempatan pendidikan dan sumber daya ekonomi yang lebih baik.

Mengingat kompleksitas fenomena pernikahan anak yang dijelaskan dalam penelitian ini, riset lanjutan sangat penting untuk mengembangkan solusi yang lebih komprehensif. Salah satu arah penelitian yang krusial adalah memahami secara lebih mendalam bagaimana dampak digitalisasi secara spesifik berkontribusi terhadap peningkatan kasus pernikahan anak, terutama yang berkaitan dengan kehamilan tidak diinginkan. Perlu dikaji platform media sosial atau konten daring apa saja yang paling memengaruhi perilaku remaja, serta bagaimana pola pengawasan orang tua dapat diperkuat di era digital untuk mencegah risiko tersebut. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan yang berbasis komunitas tidak hanya sebagai upaya pencegahan pernikahan anak, tetapi juga sebagai strategi holistik untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan muda secara keseluruhan, termasuk akses terhadap pendidikan lanjutan, kesehatan reproduksi, dan kesempatan kerja yang layak. Pertanyaan penting lainnya adalah bagaimana pandangan dan peran laki-laki, baik sebagai calon suami, ayah, maupun tokoh masyarakat, dapat diubah dan dilibatkan secara aktif dalam upaya menunda usia perkawinan anak. Kajian mendalam mengenai persepsi dan peran gender di kalangan laki-laki dapat membuka jalan bagi intervensi yang lebih efektif untuk mengubah norma sosial yang mendukung pernikahan anak, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi tumbuh kembang optimal anak perempuan dan laki-laki. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan kebijakan yang lebih kuat dan program intervensi yang lebih tepat sasaran di komunitas serupa.

  1. Learning to Do Qualitative Data Analysis: An Observational Study of Doctoral Work - Sarah Li, Clive Seale,... doi.org/10.1177/1049732307306924Learning to Do Qualitative Data Analysis An Observational Study of Doctoral Work Sarah Li Clive Seale doi 10 1177 1049732307306924
Read online
File size170.83 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test