4141

Pintoe: Pengabdian Teuku UmarPintoe: Pengabdian Teuku Umar

Stunting adalah permasalahan gizi yang sering dialami oleh negara-negara berkembang. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang lambat, tinggi badan di bawah rata-rata, serta rentan terhadap penyakit karena kekurangan gizi. Menurut hasil survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting mengalami penurunan dari 24,4% pada 2021 menjadi 21,6% pada 2022. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan edukasi kepada masyarakat, seperti mengenai manfaat daun kelor dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Salah satu inisiatifnya adalah pemberian puding kelor sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mencegah stunting. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi. Hasilnya, para ibu dapat dengan mudah mengolah makanan tambahan bagi balita menggunakan daun kelor dengan biaya yang terjangkau. Namun, masih banyak yang belum mengetahui potensi gizi dari daun kelor. Oleh karena itu, penyuluhan ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan inovasi dalam pengolahan makanan dari daun kelor guna mencegah stunting. Dengan demikian, diharapkan dapat memaksimalkan upaya pencegahan stunting di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya, Gampong Meuraksa.

Kekurangan gizi kronis menuntut pemenuhan kebutuhan gizi balita sejak 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, yang dalam kegiatan pengabdian ini diatasi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding kelor.Masyarakat dapat memanfaatkan daun kelor dalam bentuk puding untuk memenuhi kebutuhan gizi harian balita, baik yang mengalami stunting maupun yang sehat.Setelah kegiatan penyuluhan, ibu-ibu menunjukkan peningkatan pemahaman tentang stunting, gizi balita, serta penerapan praktik pemberian makanan bergizi dari daun kelor untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak konsumsi puding kelor secara rutin terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif balita selama periode 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu, perlu dikaji efektivitas model edukasi berbasis komunitas yang melibatkan kader posyandu dan mahasiswa dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan tanaman lokal bergizi tinggi. Penelitian juga dapat dikembangkan untuk menguji penerimaan dan preferensi berbagai varian olahan daun kelor (seperti nugget, biskuit, atau minuman) di kalangan anak-anak dan ibu menyusui guna menemukan formula yang paling berkelanjutan dan menyeluruh dalam upaya pencegahan stunting.

  1. Edukasi Tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Guna Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kec... doi.org/10.33024/jkpm.v5i8.6418Edukasi Tentang Pemanfaatan Daun Kelor Moringa Oleifera Guna Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kec doi 10 33024 jkpm v5i8 6418
Read online
File size349.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test