4141

Pintoe: Pengabdian Teuku UmarPintoe: Pengabdian Teuku Umar

Stunting menjadi masalah gizi kronis yang sering terjadi pada anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Daerah Gayo Lues. Salah satu desa yang perlu upaya pencegahan stunting yaitu Desa Persiapan Ise-ise. Stunting menjadi permasalahan yang terjadi dalam proses pertumbuhan yang dialami oleh balita di bawah usia 5 tahun yang mengalami kekurangan gizi mulai dari dalam kandungan hingga proses kelahiran bayi tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya pencegahan stunting melalui PMT di Desa Persiapan Ise-ise. Metode pengabdian yang digunakan adalah penelitian tindakan, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari identifikasi prevalensi stunting, penyusunan program PMT, implementasi program, hingga evaluasi dampak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya PMT dalam pencegahan stunting. Program PMT di Desa Persiapan Ise-ise berhasil meningkatkan status gizi anak-anak, dapat dilihat dari penurunan angka stunting. Faktor keberhasilan program ini melibatkan kontribusi dan partisipasi ibu-ibu balita/ibu hamil dalam pemahaman dan penerapan pola makan yang sehat dan seimbang. Selain itu, dukungan pemerintah desa dan kerja sama antarwarga menjadi kunci keberhasilan implementasi program.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting serta pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu-ibu hamil dan masyarakat di Desa Ise-ise berjalan dengan baik sesuai rencana.Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui PMT dan peningkatan status gizi anak.

Pertama, perlu dilakukan penelitian jangka panjang untuk mengevaluasi dampak PMT terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak di Desa Persiapan Ise-ise hingga usia sekolah, agar dapat diketahui efektivitas program secara menyeluruh. Kedua, perlu dikaji pula partisipasi masyarakat dalam konteks ketahanan pangan lokal, misalnya dengan meneliti potensi pemanfaatan sumber pangan lokal bergizi tinggi sebagai alternatif PMT berkelanjutan yang sesuai budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pendanaan mandiri desa atau kemitraan dengan sektor swasta guna memastikan keberlangsungan program PMT tanpa ketergantungan penuh pada dana luar atau pemerintah, sehingga program dapat berjalan secara kontinu meski tanpa intervensi langsung dari pihak eksternal. Kombinasi ketiga pendekatan ini dapat membentuk ekosistem pencegahan stunting yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

Read online
File size398.77 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test