PENERBITPENERBIT
Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu MultidisiplinBerbagai media memberitakan tentang perilaku buruk anak belakangan ini. Beberapa kekerasan yang dilakukan anak terhadap temannya sendiri, kurangnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, menunjukkan karakter buruk anak. Hal tersebut menginspirasi penulis untuk menggali kembali budaya-budaya yang dulu digunakan sebagai media pembentukan karakter anak oleh orang tuanya. Masyarakat Bali memiliki beragam budaya yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan karakter, seperti budaya mendongeng bagi anak-anak, cerita diyakini mengandung nilai-nilai pendidikan karakter bagi anak sejak dini. Pendidikan karakter melalui cerita Pedanda Baka untuk anak usia dini adalah karakter religius. Karakter religius adalah kepercayaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam agama Hindu, karakter religius dijelaskan dalam Panca Sradha, termasuk percaya pada Karma Phala atau percaya pada hasil dari setiap tindakan manusia. Nafas, detak jantung dan mimpi adalah karma. Jika kita melakukan yang baik, kita akan mendapatkan hasil yang baik, dan sebaliknya. Karakter religius yang dapat ditemukan dalam cerita Pedande Baka oleh kepiting sebagai akibat dari perilaku buruk Pedande Baka. Pedande Baka berbohong dan membunuh semua ikan di danau. Hal ini menunjukan bahwa Pedande Baka menerima Prarabdha Karma Phala, yang artinya perbuatan dalam hidup ini akan diterima juga dalam hidup ini. Orang tua dapat mengajarkan karakter religius dengan menceritakan bahwa perilaku buruk Pedande Baka di bayar dengan dibunuh oleh kepiting. Melalui cerita ini orang tua dapat mengajari anak-anak untuk melakukan hal-hal baik seperti : jujur, tidak membunuh, percaya pada Tuhan dan Karma Phala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali nilai-nilai karakter yang dapat ditransfer melalui cerita Pedanda Baka dan bagaimana cerita ini dapat digunakan sebagai media pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur. Setelah dilakukan pengkajian, ditemukan bahwa karakter yang dapat dididik melalui cerita Pedanda Baka adalah karakter religius. Pendidikan karakter melalui cerita Pedanda Baka dilakukan dengan mendongeng kepada anak oleh orang tua di rumah dan oleh guru di sekolah karena perkembangan kognitif anak usia dini merupakan perilaku simbolik, dan cerita bersifat simbolis. Cerita membantu konsep abstrak dan tidak berwujud menjadi konkret dan nyata. Cerita dapat dijadikan sebagai media pendidikan karakter sejak usia dini, karena membantu anak-anak meniru nilai-nilai karakter yang terdapat dalam cerita.
Mendongeng merupakan budaya tradisional Bali yang dapat digunakan sebagai media pendidikan karakter sejak usia dini.Cerita Pedanda Baka mengandung nilai karakter religius, yaitu bahwa perilaku buruk akan mendapatkan hukuman sebagai akibat dari Karma Phala.Pendidikan karakter melalui cerita ini dapat dilakukan di rumah oleh orang tua dan di sekolah oleh guru untuk membentuk karakter anak sedini mungkin melalui tokoh-tokoh dalam cerita sebagai panutan.
Pertama, perlu diteliti efektivitas cerita Pedanda Baka dalam membentuk perilaku religius anak usia dini melalui intervensi bercerita secara terstruktur di sekolah dan rumah, dengan membandingkan kelompok yang mendapatkan cerita secara rutin dan yang tidak. Kedua, penelitian lanjutan bisa mengembangkan versi-modern dari cerita rakyat Bali seperti Pedanda Baka dalam bentuk media digital interaktif, lalu menguji sejauh mana media tersebut meningkatkan pemahaman anak tentang nilai-nilai moral dibandingkan metode cerita lisan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana orang tua dan guru memahami serta menerapkan cerita rakyat dalam pendidikan karakter sehari-hari, termasuk hambatan yang mereka hadapi, agar dapat dirancang pelatihan atau panduan yang mendukung integrasi budaya lokal ke dalam pendidikan karakter secara konsisten. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat dasar empiris penggunaan cerita rakyat sebagai alat pendidikan dan membantu pelestarian budaya lokal dalam konteks pembelajaran modern.
| File size | 217.05 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN CURUPIAIN CURUP Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, kerusakan hutan di Indonesia sudah mencapai titik yang parah, karena kegiatan illegal logging dan sebagainya.Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, kerusakan hutan di Indonesia sudah mencapai titik yang parah, karena kegiatan illegal logging dan sebagainya.
DINASTIREVDINASTIREV Artikel ini meneliti fungsi QRIS dalam transaksi internasional dan berargumen bahwa QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran digital, tetapiArtikel ini meneliti fungsi QRIS dalam transaksi internasional dan berargumen bahwa QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran digital, tetapi
STPMATARAMSTPMATARAM Desa Bayan mengembangkan pariwisata budaya yang kini dilanjutkan dengan pengembangan ekowisata. Pengembangan pariwisata di Bayan menimbulkan problematikaDesa Bayan mengembangkan pariwisata budaya yang kini dilanjutkan dengan pengembangan ekowisata. Pengembangan pariwisata di Bayan menimbulkan problematika
OJS INDONESIAOJS INDONESIA The methods used in this research are normative and empirical juridical. Normative juridical refers to an approach that refers to laws, literature, writtenThe methods used in this research are normative and empirical juridical. Normative juridical refers to an approach that refers to laws, literature, written
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hal ini akan memungkinkan masyarakat adat setempat untuk mencari bantuan Kepala Kampung sebagai pemimpin dan pihak netral dalam menyelesaikan sengketa.Hal ini akan memungkinkan masyarakat adat setempat untuk mencari bantuan Kepala Kampung sebagai pemimpin dan pihak netral dalam menyelesaikan sengketa.
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini mengkaji tantangan tersebut, dengan fokus pada interaksi antara hukum adat dan hukum positif dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian menggunakanPenelitian ini mengkaji tantangan tersebut, dengan fokus pada interaksi antara hukum adat dan hukum positif dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian menggunakan
UNIPASUNIPAS Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik hukum ini memerlukan harmonisasi melalui pendekatan integratif dan restoratif yang melibatkan mediasi adat,Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik hukum ini memerlukan harmonisasi melalui pendekatan integratif dan restoratif yang melibatkan mediasi adat,
UMPRUMPR Nilai‑nilai demokratis seperti musyawarah, perdamaian, kekeluargaan, kesadaran hukum, dan kepercayaan ditegakkan melalui rapat tersebut. Kesimpulannya,Nilai‑nilai demokratis seperti musyawarah, perdamaian, kekeluargaan, kesadaran hukum, dan kepercayaan ditegakkan melalui rapat tersebut. Kesimpulannya,
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Hal ini terlihat dari penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing dan kurangnya pengawasan langsung dari pihak dinas. Hambatan utamaHal ini terlihat dari penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing dan kurangnya pengawasan langsung dari pihak dinas. Hambatan utama
LLILLI Temuan ini menunjukkan bahwa Mind Mapping tidak hanya efektif dari sisi teoritis, tetapi juga aplikatif dalam praktik pembelajaran, khususnya dalam konteksTemuan ini menunjukkan bahwa Mind Mapping tidak hanya efektif dari sisi teoritis, tetapi juga aplikatif dalam praktik pembelajaran, khususnya dalam konteks
PENERBITPENERBIT Data yang sudah dikumpulkan selanjutnya dilakukan analisis mempergunakan metode analisis Deskriptif Kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data,Data yang sudah dikumpulkan selanjutnya dilakukan analisis mempergunakan metode analisis Deskriptif Kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data,
PENERBITPENERBIT Dengan dukungan guru yang kompeten dan integrasi yang baik ke dalam kurikulum, papercraft berpotensi menjadi media pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutanDengan dukungan guru yang kompeten dan integrasi yang baik ke dalam kurikulum, papercraft berpotensi menjadi media pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan