UNIPASUNIPAS

Kertha WidyaKertha Widya

Pengawetan jenazah menjadi kebutuhan di desa adat karena penguburan harus dilakukan pada waktu tertentu dan jenazah tidak dapat keluar dari area desa tersebut. Jeda waktu ini membuat pengawetan jenazah menggunakan formalin atau formaldehyde menjadi kebutuhan. Wacana untuk membebaskan pemberian formalin dari rumah sakit ke masyarakat desa adat mulai dianggap sebagai jalan keluar yang masuk akal. Tulisan ini bertujuan untuk menggali dasar hukum penyaluran formalin dan legalitas rumah sakit dari sudut pandang hukum kesehatan sebagai penyalur dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif berdasarkan aturan yang secara khusus mengatur mengenai penyaluran bahan kimia beracun mulai dari produksi hingga ke pengguna akhir dan implikasi yuridisnya. Hasil penelitian didapatkan adanya larangan penyaluran formalin dari rumah sakit ke desa adat yang implikasi negatifnya adalah sanksi bagi rumah sakit dan dapat melanggar hak asasi orang lain. Sedangkan implikasi positifnya adalah desa adat dapat melaksanakan adatnya dengan lebih mudah sesuai dengan hak asasinya.

Penyaluran formalin dari rumah sakit kepada desa adat tidak diperkenankan oleh peraturan yang ada karena rumah sakit adalah ujung akhir dari penyaluran tersebut.Rumah sakit adalah pengguna yang dalam menjalankan kegiatannya dapat menggunakan formalin sebagai alat bantu pelayanan.Pemerintah melalui rumah sakit dapat menyediakan layanan terhadap desa adat untuk memperpanjang masa penyimpanan jenazah.Implikasi yuridis penyaluran formalin dari rumah sakit kepada desa adat untuk pengawetan jenazah adalah berimplikasi positif dalam hal pelestarian budaya dan mempermudah masyarakat untuk menjalankan adat istiadatnya sesuai hak asasi nya, namun juga dapat berakibat pada sanksi bagi rumah sakit dan potensi pelanggaran hak masyarakat lainnya.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai praktik pengawetan jenazah di berbagai desa adat di Indonesia untuk memahami variasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan alternatif pengawet jenazah yang lebih aman dan ramah lingkungan, serta sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas dan efisiensi regulasi terkait penyaluran dan penggunaan bahan kimia berbahaya, termasuk formalin, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat adat dan pemangku kepentingan terkait. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam melindungi kesehatan masyarakat, melestarikan budaya, dan menciptakan regulasi yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan memahami kompleksitas permasalahan ini secara komprehensif, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat guna dan berkelanjutan bagi desa adat dalam memenuhi kebutuhan pengawetan jenazah tanpa mengorbankan kesehatan dan lingkungan.

  1. Jurnal Hukum Perspektif. kontradiksi aturan pemulasaraan jenazah perspektif jurnal authors nabil fakultas... perspektif-hukum.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/124Jurnal Hukum Perspektif kontradiksi aturan pemulasaraan jenazah perspektif jurnal authors nabil fakultas perspektif hukum hangtuah ac index php jurnal article view 124
  2. Human body preservation – old and new techniques - Brenner - 2014 - Journal of Anatomy - Wiley... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/joa.12160Human body preservation yAAAe old and new techniques Brenner 2014 Journal of Anatomy Wiley onlinelibrary wiley doi 10 1111 joa 12160
Read online
File size315.05 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test