STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakAl-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak

The development of fine motor skills in early childhood tends to progress more slowly than gross motor skills, thus requiring continuous stimulation to reach optimal growth. Children with well-developed fine motor skills generally perform better in academic areas such as writing and arithmetic. This study aims to examine the implementation of a tempe-based cooking class activity in improving the fine motor skills of children aged 5–6 years at KB Agung Kencana Randuagung Singosari, involving 20 students as subjects. The research employed the Classroom Action Research (CAR) method using the spiral model by Kemmis and McTaggart, consisting of planning, action, observation, and reflection stages carried out over two cycles. The researcher acted as a facilitator and active observer, collaborating with the teacher. The observed indicators of fine motor skills included the childrens ability to grate, squeeze, mix, and shape tempe dough. The results showed a significant improvement from an average of 54% in the pre-cycle stage to 91% by the end of the second cycle. This demonstrates that cooking classes using local ingredients such as tempe not only provide enjoyable learning experiences but are also effective in enhancing childrens manipulative skills. Future research is recommended to explore other local materials as learning media to support various aspects of early childhood development.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan *cooking class* berbahan dasar tempe efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun.Peningkatan signifikan terlihat dari peningkatan rata-rata hasil keterampilan motorik halus anak dari 54% menjadi 91%.Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mengembangkan kemampuan manipulatif anak secara bertahap dan terarah.Oleh karena itu, *cooking class* dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan bahan lokal lain selain tempe terhadap perkembangan aspek-aspek perkembangan anak usia dini lainnya, seperti kognitif dan sosial-emosional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model *cooking class* yang lebih terstruktur dan terintegrasi dengan kurikulum pendidikan anak usia dini, dengan mempertimbangkan variasi usia dan tingkat perkembangan anak. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas *cooking class* dalam meningkatkan minat anak terhadap konsumsi makanan sehat dan bergizi, serta dampaknya terhadap pola makan keluarga secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan praktik pendidikan anak usia dini yang inovatif dan berkualitas, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

  1. Login | Early Childhood Islamic Education Journal. early childhood islamic education journal required... e-journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ecie/article/view/35Login Early Childhood Islamic Education Journal early childhood islamic education journal required e journal iaingorontalo ac index php ecie article view 35
  2. KAJIAN TENTANG KEGIATAN COOKING CLASS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN... doi.org/10.33387/cp.v2i1.2041KAJIAN TENTANG KEGIATAN COOKING CLASS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5 6 TAHUN doi 10 33387 cp v2i1 2041
Read online
File size747.59 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test