UNIMAUNIMA

Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)

Penyediaan barrier merupakan salah satu bagian penanda ruang bagi pemiliknya. Ruang privasi termasuk didalamnya akses menuju ruang tersebut disusun dengan organisasi ruang. Dalam segi estetika pembagian ruang memberikan batasan sehingga penataan harus dimaksimalkan. Bagi lingkungan halaman bangunan termasuk bangunan publik maupun privat, batas-batas ruang secara personal menunjukkan kekuasaan bagi pemiliknya. Dengan adanya batas, memberikan ruang bagi pemilik untuk mengelola ruangnya. Batas ruang memberikan status yang jelas sehingga pengguna ruang bisa melakukan kegiatan berdasarkan batas yang telah ditentukan. Pembuatan sebuah barrier membutuhkan suatu model yang bersesuaian dengan bangunan dan lingkungan sehingga berdasarkan perspektif material dan model kita bisa memberikan suatu gambaran. Dalam perkembangan model dan material, masyarakat tentu memiliki referensi yang berkaitan kondisi bangunan dan lingkungan. Tahapan penelitian ini terdiri atas 5 tahapan yaitu (1) tahap identifikasi karakteristik material pagar, (2) tahap identifikasi karakteristik sumber dan penerima bunyi, (3) tahap identifikasi tingkat kenyamanan suara, (4) tahap pembentukan desain pagar serta (5) tahap pembentukan model pagar. Analisis desain material pagar ini menggunakan Deskriptif Analysis,dan Simulation Analysis yang kemudian hasil analisis menghasilkan suatu desain model pagar. Hasil analisis ini diperkuat dengan hasil evaluasi tingkat kenyamanan suara di beberapa titik masjid. Hasil analisis kenyamanan suara melalui model desain pagar akan menghasilkan suatu desain material pagar untuk mengatasi kebisingan di lingkungan masjid. Model desain material pagar ini menjadi dasar perencanaan dan pengembangan dalam menntukan desain material pagar dalam mengatasi kebisingan yang ditimbulkan bagi beberapa masjid.

Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis data dinyatakan, bahawa (1) penanganan kebisingan di lingkungan masjid masih belum sesuai standar kebisingan, (2) Layout bangunan serta barrier belum mampu diterapkan sepenuhnya, (3) Pemanfaatan material barrier belum mampu mereduksi secara maksimal tingkat kebisingan dengan banyaknya suara yang masuk ke dalam lingkungan masjid.Penelitian ini dapat dilanjutkan pada metode desain barrier dan material yang efektif dalam mereduksi pengaruh kebisingan dari luar lingkungan masjid.Hasil penelitian juga dapat dikembangkan dalam rangka penyuluhan kepada badan takmirul masjid mengenai proses desain dan pembangunan masjid.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengembangan metode desain barrier yang lebih efektif dalam mereduksi kebisingan dari luar lingkungan masjid. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai material barrier yang mampu mengurangi dampak kebisingan. Penelitian ini juga dapat diterapkan pada rumah ibadah lainnya, seperti gereja atau kuil, untuk meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan pengguna.

Read online
File size402.55 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test